every pieces has it own story

Tampilkan postingan dengan label silly things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label silly things. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

the weirdest question is

Pernahkah kamu mengalami ujian yang pilihan soalnya nyaris atau bahkan hampir sama untuk setiap pilihan jawabannya? Hanya merubah kata awalnya saja, bahkan. Saya pernah, baru saja saya alami pas UTS di semester 7 ini malah. Entahlah itu menjadikannya sebagai soal ber-distractor power paling bagus atau malah sebaliknya. Saya hanya bisa menebaknya hingga kini.
Soal yang ajaib itu muncul pada salah satu mata kuliah yang lucunya sekarang bikin mulut saya tertarik ke atas setiap kali dengar nama mata kuliah itu disebut karena beberapa peristiwa aneh bin ajaib yang menyertainya.
Begini bunyi soalnya, kurang lebih kalo tidak salah : "Interview dalam konseling merupakan hal yang...."
Dengan pilihan jawaban (a) terkadang perlu , (b) barangkali perlu, (c) mungkin perlu, (d) mutlak perlu.

Nah loh nah loh, apa reaksi kamu kalo dihadapkan pada soal dan pilihan jawaban yang seperti itu? Bingung? Reaksi saya adalah senyum nyengir pas pertama kali baca, tapi kemudian kembali membacanya lagi. Ini soal punya kans untuk menjebak orang-orang banget sih, tapi kok jadi lucu yaaa :D

Kalo soal di atas ajaib karena permainan bongkar pasang kata awal pada pilihan jawaban, lain lagi pada soal pilihan ganda lain di mata kuliah yang lain. Yang satu ini bener-bener nguji kognitif dan membuat kami harus memutar otak dan bermain dengan kognitif kami dalam waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikannya. Namun, kalo ditanya sampai sekarang pun, saya nggak yakin apa jawaban yang saya berikan benar adanya karena setelah diartikan menurut saya pun pilihan jawabannya bisa lebih dari satu. Nah loh??
Begini nih soal yang bikin mumet kognitif anak-anak mahasiswa semester 7 (less or more) :
"Berikut ini bukan merupakan alasan untuk tidak menghentikan konseling adalah...."

Hwoooh...kebayang ga sih, bingungnya muka anak-anak pas ngadepin soal yang satu ini.Bahkan saya menyerah untuk membacanya lagi pada saat saya melakukan koreksi untuk yang ketiga kalinya karena takut iman saya akan tergoda untuk mengganti jawaban semula ke jawaban yang juga belum tentu keabsahan benarnya.
Ini cerita absurd soal ujian saya, gimana kamu? :)

Minggu, 23 Oktober 2011

Four words

Iseng-iseng buka tumblr-walking teman-teman dan menemukan satu yang menarik. Pas ngebuka tumblr-nya Yunda di http://dearannmydeer.tumblr.com/ , dan serta merta menemukan hal yang menarik : 4 words that describe you!

Walhasil saya yang kepo-nya tergelitik pun mencobanya. With the final result of these four words:
Dependent. Peaceful. Talented. Passionate.


Tidak berhenti sampai di situ, saya pun melanjutkan keisengan *contoh tidak baik menjelang UTS* dengan cari tahu lebih lanjut definisinya di Merriam-Webster dan hasilnya....
Eng ing eng....!

Dari http://www.merriam-webster.com/dictionary/dependent


1. Dependent


Definition of Dependent


1: hanging down
2 a : determined or conditioned by another : contingent dependent on the weather>
b
(1) : relying on another for support <dependent children>

(2)
: affected with a drug dependence
c : subject to another's jurisdiction dependent territory> d : subordinate 3a <dependent clauses>
3 a : not mathematically or statistically independent dependent set of vectors> <dependent events> b : equivalent 6a <dependent equations>
— de·pen·dent·ly adverb


2. Peaceful

Definition of PEACEFUL

1
: peaceable 1
2
: untroubled by conflict, agitation, or commotion : quiet, tranquil
3
: of or relating to a state or time of peace
4
: devoid of violence or force



3. Talented

Definition of TALENT

1
a : any of several ancient units of weight b : a unit of value equal to the value of a talent of gold or silver
2
archaic : a characteristic feature, aptitude, or disposition of a person or animal
3
: the natural endowments of a person
4
a : a special often athletic, creative, or artistic aptitude b : general intelligence or mental power : ability
5
: a person of talent or a group of persons of talent in a field or activity


4. Passionate

Definition of PASSIONATE

1
a : easily aroused to anger b : filled with anger : angry
2
a : capable of, affected by, or expressing intense feeling b : enthusiastic, ardent
3
: swayed by or affected with sexual desire
— pas·sion·ate·ly adverb
— pas·sion·ate·ness noun


W.O.W ! Nyaaaaa~
What do you think? Is it good or bad? Is it true?
What about yours? Come try it by yourself!

Selasa, 02 Agustus 2011

Enough for me?

Ini nih, yang masih dari kemarin-kemarin ngeganggu pikiran saya. Jadi, kali ini masih juga akan saya bahas tentang hal ini.
Just to make me 'plong' :D

Ada orang-orang yang selalu bisa menjaga koneksi dengan orang-orang lain di lingkaran pertemanannya, secara intens. Mungkin hampir tiap hari, atau paling tidak bertukar kabar tiap bulan. Saya termasuk orang yang ingin sekali bisa begitu ke orang-orang di lingkaran koneksi saya. Tapi, dari dulu sampai sekarang tampaknya bukan gitu gaya 'perkoneksian' saya. Bagi saya, cukuplah dengan bertukar kabar setiap kali saya ada di tempat yang dekat dengan mereka dan mengusahakan ketemuan, juga melaksanakannya.
Dulu begitu. Saya rasa, seharusnya begitu pun untuk sekarang tetap sama. Cukup untuk saya. Tapi, yang saya rasa sekarang rasanya intensitas perkoneksian ini justru kurang buat saya. Saya pengen loh, bisa tetep ngobrol sama temen deket saya dulu pas SMA yang ada di Jogja misalnya. Tetap curhat dan update info, tetap saling bagi cerita kayak pas SMA. Kenyataannya, saya ga bisa maintain hubungan yang kayak gitu, walau ada media sosial macam fb sekalipun.
Dan ini justru membuat saya makin iri, kalo lihat postingan atau wall yang lain. Pengen deh bisa sering2 tukar kabar sama mereka. Tapi toh nyatanya saya yang ga bisa. Diri pribadi saya sendiri yang ga mampu. Saya pun share masalah ini sama Peppi dan bisa ditebak dia pun bingung dengan keimpulsifan saya ini. Yang tiba-tiba ngomongin ini, tiba-tiba bisa kepikiran hal macam gini. Pas malem-malem pula saya meracaunya. hahaha
Dan, sepenggal kata-kata dari dia cukup bikin saya tenang.
" Gue juga termasuk orang yang kayak lu Sis, tipenya. Kalo gue udah balik ke Depok, gue jadi jarang hubungin temen gue di Lampung, tapi ya gue tetep ngejaga silaturahmi ke temen gue. Kalo setiap pulang gue nemuin temen-temen gue itu. Menurut gue itu lumayan cukup untuk ngejaga pertemanan kami. Menurut gue untuk ngejaga pertemanan itu ga musti komunikasi intens atau gimana, yang penting tetap ada komunikasi yang berlanjut. Kalo gw justru memilih untuk ga terlalu dekat kalo sahabatan, gunanya ya untuk saling ngejaga aja."

Dan, saya pun berkaca pada diri sendiri. Mungkin memang dengan cara ini seharusnya saya dicukupkan, demi kebaikan masing-masing juga. Yah, untuk saat ini. Cukuplah nikmati dan syukuri apa yang saya punyai. Untuk apa komplain kalo dengan cara itu saya pun bisa bahagia. Saya toh tetap bisa berhubungan baik dengan teman-teman saya itu.
Itu cukup bagi saya, untuk saat ini. Kalopun tidak, saya harus mencukupkannya. Paling tidak, cukup itu tidak hanya sebatas cukup. Tapi cukup itu benar-benar cukup untuk bisa menjaga tali silaturahmi antarkami. Mungkin itu memang cara saya berkoneksi. Yes, it is enough. It should be. It must be.

Lantas, jika dulu-dulu saja saya ngerasa cukup kenapa justru baru sekarang ngerasa kurang?Apakah kebutuhan saya akan afilisi meninggi? Atau cuma sekedar impulsif sesaat saya aja?Atau ada alasan lain? Hmm... what do you think?

Sabtu, 23 Juli 2011

Foolish thought

Satu hal yang selalu saya komplain pada diri saya sendiri adalah mengenai kekurang-konek-an saya pada sekitar, ya orang-orangnya sih terutama. Yang bukan jadi keahlian saya terutama, ya menjalin hubungan dengan orang-orang yang dekat dengan saya (mungkin terasa begitu) tapi hanya sebatas cerita sekali-dua kali, dan saya rasa saya kurang bisa maintain. Itu yang ada di pikiran saya sekarang.
Apalagi kalo saat liburan kayak gini. Saya sepertinya juga tipe orang yang butuh kehadiran fisik buat interaksi. Kalo lagi jauh gini, liburan atau ada kegiatan masing-masing dan jarang banget ketemu di kampus atau ga kumpul-kumpul lagi...rasanya tuh jadi hilang dari peredaran, seringnya ga nyambung. Kalopun saya berusaha buat sms atau apalah gitu, paling juga obrolan basa-basi yang nanyain kabar awalnya terus iya kalo berkembang. padahal jarang banget bisa berkembang.
Saya butuh stimulus, sesuatu untuk diobrolin atau suasana yang pas buat bangun obrolan itu. Yang seringnya jarang saya dapat, jadilah saya ngerasa gini.
Yang ada malah ngiri sama interaksi yang terlihat dari wall di facebook-lah, komen status seseorang-lah-mengenai apa saja. Peristiwa yang saya ga terlibat di dalamnya. Padahal saya tau, ga semua grup bisa saya ikutin. Ga semua grup, perkumpulan, atau obrolan yang mereka omongin cocok/nyaman mereka omongin sama saya. Saya cuma ngiri aja, pengen bisa jadi kayak mereka. Saya bukan tipe orang pemersatu dan pencipta suasana soalnya. Selama ini, kalopun di grup orang yang berperan untuk hal itu pasti bukan saya. Yah, karena saya akui : I'm not smart in that bussiness.
Saya malah cenderung merasa diri saya orang yang membosankan. Yah, lihat saja pilihan tempat jalan-jalan saya yang monoton, jarang suka hal yang baru, lebih cenderung suka pada hal-hal biasa yang 'aman', makan pun itu-itu saja.
Dan saya bisa menikmatinya, ga rewel minta macem-macem yang naninu-naninu.
Walau terkadang saya pengen juga loh, jadi impulsif.
I'm a boring girl, don't you think?

Rabu, 21 Juli 2010

bocah kacrut.com



Nah, ini dia nih kisah konyol (yaaaa ga juga si sebenernya), yang lucu (yaaa kalo ga dibilang jayus juga bole), dan aneh bin ajaib (kalo yang ini emang bawaan dari bocah-bocahnya).

Jadi begini, alkisah pada suatu malam minggu yang sepi di kosan tercinta datanglah rombongan cowok-cowok labil yang datang berkunjung. Awalnya siang hari mereka hendak ke kosan, karena kontrakan Lisuma sedang sepi. Namun, apa daya sang pemilik kosan yang hendak didatangi sedang ada urusan yang harus diselesaikan dulu di siang harinya. Jadi, rencana terpaksa dipindah ke waktu yang memungkinkan jadwal semua orang. Tentunya biar semua senang, semua riang. hahaha
Dan untungnya bocah-bocah datang dengan baik hatinya membawakan upeti yang memang diminta sebagai ganti kosan bole dijadikan base camp hari itu. Yah, tentu saja tak laen dan tak bukan adalah makanan (haha, apalagi coba sogokan yang bakal langsung diterima dengan senang hati oleh kami) LOL
Dua cowok ini yang secara garis persaudaraan sebenarnya masih om dan
tante eh om dan ponakan maksudnya datang berkunjung karena malam itu mereka menjadi pria-pria kesepian. Sang pacar ponakan yang biasanya dijuluki ibu negara oleh bocah-bocah tidak jelas ini dan sialnya kami ikut-ikutan (mau ga mau, halah) memanggil demikian juga berada di daerah yang jauh dari jangkauan saat itu (atau memang si ponakan sedang tidak bisa menjangkau sebenarnya, hehe) sedangkan si om baru saja end up relationship sama ibu negaranya... Yasudahlah bertandanglah mereka ke kosan dua perempuan cantik, manis, tapi masih available itu *penting ya? hehe* beserta seorang teman cowok juga dalam kunjungan itu. Jadi ganjillah tamu kami malam itu (yang memang sebenarnya dari sononya juga udah ganjil bin random). Walhasil, 3 orang cowok meramaikan ruang tamu kosan yang sepi kalo lagi weekend dengan tujuan tidak jelas yaitu untuk ngelabil (bukan ding, ini mah istilah komplotan saya yang lain). Yah sebut saja membunuh kebosanan dengan kongkow-kongkow (ini lagi-lagi istilah mereka), bicara tidak jelas (tentang apa saja sumpah...) mulai dari urusan hati, kuliah, gosip terhangat, candaan, ceng-cengan masalah percintaan, hingga urusan perut tentu saja (untuk yang satu ini jelas siapa yang jadi sasarannya), yang tak lupa juga ditemani sekotak martabak hangat dan juga sebotol fanta dingin. Hmmmm....enak juga lah, lumayan rejeki emang ga kemana. (eh, tapi lama-lama bisa tambah buncit nih perut dua cewek manis, cantik yang tersebut di atas) Hahaha....who cares, anyway :))

Nah, untuk minum fanta yang udah dibawain dengan baik hatinya oleh tu bocah-bocah, jadilah si tuan rumah mengambil gelas yang ada di kamarnya untuk para tamunya malam itu. Apa daya, karena persediaan gelas dengan ukuran yang nyaris sama (beti2 dikit lah) sangat terbatas, maka diambil apa adanya dan yang seadanya apa di kamar. Walhasil keluarlah saya dengan membawa 2 gelas standard dan 3 gelas ukuran yang lebih kecil (yaaah, kalo dibilang bocah-bocah kacrut sih terlalu jauh kecilnya), yaah apapunlah. Ditaruhlah gelas-gelas tak berdosa itu di atas meja ruang tamu dengan harapan ya sudahlah mereka juga sudah besar-besar ini, bisa ambil gelasnya sendiri nanti di meja.
Sampai kemudian, waktu berlalu tik tok tik tok...masi blum ada yang beranjak mengambil posisi gelas masing-masing gara-gara keasyikan ngobrol. Wah, kagak pindah-pindah juga ni gelas dari tongkrongannya kalo ga diedarin juga, batin saya. Akhirnya, bergeraklah saya mengestafetkan gelas-gelas yang sedianya nongkrong di meja agar segera terdistribusi ke bocah-bocah yang ada di situ.
Distribusi mengalir dengan lancar, tanpa ada maksud kesengajaan, persekongkolan, ataupun taktik muslihat tak terlihat tetapi menghasilkan hasil distribusi yang dinilai tidak adil oleh bocah2-bocah kacrut (baca:tamu2 cowok) karena gelas si dua cewek empunya kosan kebagian gelas dengan ukuran standard (yang memang hanya ada dua), sementara para tetamu ini kebagian 3 gelas dengan ukuran sama yang lebih kecil dibanding si gelas standard (yang memang sedianya ada 3)
Walhasil, setengah tidak terimalah mereka dengan keadaan ini. Nah looooh :))

Bocah2 yang ga terima itu lalu mengancam akan memotong gelas yang akan kami pakai minum jika kami datang ke kontrakan nanti. Biar situasinya sama, 1-1....haaaaaahhhh. What an idea! *kocak banget sumpah pas mereka ngancam mau ngelakuin hal satu itu. Yah namanya juga bocah kacrut tidak terimanya pun masih juga disisipin bercandaan khas mereka yang (kadang-kadang ga masuk akal). Lucu si, tapi pada saat yang sama jayus juga.Ya secara, disampaikan dengan bahasa mereka yang konyol, lucu, dan jayus siii....jadi ya kami tertawa saja. Tuuuuh kan....emang dah Life oh life....! It's fun but sometimes hard too. Jadi, selagi bisa ketawa ya sudahlah dinikmati saja :)) Tertawa sampe perut kenyang, hati riang, tidur senang :D *apadah ini :))
masi deh, ngeributin gelas? Emang dasar bocah-bocah kacrut :D

Pages

Paling sering dibaca