every pieces has it own story

Tampilkan postingan dengan label confession. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label confession. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Deg-degan kah akhirnya?

Sudah hampir genap seminggu sejak tanda send-submit itu ditekan. Seminggu (harusnya) tinggal dalam hitungan beberapa jam saja untuk batas waktu yang dijanjikan, untuk kabar dihantarkan. Meski seminggu yang kemarin masih belum begitu terasa pressure-nya.
 
Ini masalah berangkat atau tidaknya dan perpanjangan perjuangan. Dari seminggu yang damai hanya beberapa hari hingga text message dari partner tertangkap sinyal. Deg-degan yang mulai terasa (agaknya).
Hello, you've got your decision days ago
And you're the one who hit it
Masih menganggap ini mimpi, atau main-main? Masih berpikir siap-ga siap? Hingga text message terakhir yang orang yang tak kalah signifikan diterima-dan bilang beliau deg-degan juga. Me too~ yang baru berasa banget sekarang :(

Jelas, tidak ada lagi kata mundur
If they say YES, then there's no other choice than go for it
Akkkkhhh....maaaak jantung saya mau copot
Dear God,
Just give the best for us


Selasa, 07 Agustus 2012

Why,then?

Jika kau hanya datang dan pergi sesuka hati lantas tak bisa dihubungi...mengapa kau kembali?

-Teruntuk kamu,yang menyebut dirimu teman-
posted from Bloggeroid

Selasa, 25 Oktober 2011

kehilangan pagi

gambar diambil dari sini

"Kehilangan pagi itu ga enak ya."
Saya baru saja mengalaminya hari ini. Yah, itu yang ada di pikiran saya sekarang. Terbangun dengan kaget karena jarum jam udah menunjukan pukul 10.00 WIB. Whaaat? seketika saya tersentak. Padahal niatnya saya mau baca-baca pagi ini, mengingat udara pagi yang masih super enak buat ngapa-ngapain dan mengumpulkan mood untuk bekal hari ini.

Pagi saya yang hilang berujung pada bangun saya yang kurang segar, kepala rasanya berat, dan badan masih pegal-pegal akibat bulutangkis di hari sebelumnya. Walaupun menyenangkan, saya akui tampaknya badan saya masih harus melakukan penyesuaian ekstra pada kegiatan yang akan jadi rutinitas saya itu sejak dua minggu kemarin. Yah, sebagai salah satu usaha untuk menuju hidup sehat. Apalagi kalo bukan membiasakan olahraga seminggu sekali.

Hwoooh...saya mau peregangan dulu nih rasanya.*liak-liuk badan*
Lirik ke arah kasur, buku Konseling pun sudah tergeletak manis. Minta banget dibaca. *Ya iyalah, materinya dari satu buku itu bahkan. No Handout this time!*
Hu yeeeeeaaaahhhhh! Yuuukk aaaaah hajar hajar hajar UTS kali ini!
I'll go over miles to reach you my mood!
Mandi dulu aaah yuuuk~

Good(late)morning sunshine!
Gambar diambil dari sini

Booster!

Lagi edisi menjelang UTS Neuropsikologi nih ceritanya. Dan sumpah, saya dalam keadaan agak tidak antusias saat itu. Yah, walaupun mengingat fakta yang banyak digadang-gadang teman seangkatan tentang UTS terakhir kami sebagai satu angkatan 2008 kali ini. Tapi ya itu, saya udah telanjur mandeg, mungkin jenuh dan berakhir pada semangat belajar yang sedikit angot-angotan. Ceritanya saya lagi iseng-iseng chat di Facebook hari minggu pagi itu, cari apapun lah pelipuran hati dari kenyataan yang pahit bahwa UTS sudah di depan mata. Beberapa orang saya sapa-sapa dan dijawablah sama mereka-mereka ini. Salah satu yang berujung dengan obrolan panjang adalah dengan salah satu junior. Dari A sampai Z, saya akhirnya cerita kalo saya lagi mau UTS dan sedang males to the max untuk belajar. Nah, anak yang satu ini serta merta menyampaikan lah kata-kata yang menurut saya oke punya. Dia juga ga henti-henti ngingetin saya buat menyegerakan shalat, tepat waktu makin bagus lagi.
Begini,


Terkadang hidup teramat melelahkan, merampas jejak hati, menggoyahkan sendi, merapuhkan iman. Hanya cinta kepada Allah-lah yang senantiasa membuat kita bisa bertahan. Cukuplah Allah yang menyemangati kita, sehingga tanpa sadar tiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita, cukuplah Allah yang memelihara ketekunan kita, karena perhatian manusia kadang menghanyutkan keikhlasan kita. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna, pribadi yang saat membaur ia mampu menyemangati saudaranya dan saat ia sendiri ia mampu menguatkan dirinya sendiri. (Fariana, 2011)

Dan satu lagi, yang ini dari Mahatma Gandhi sih sebenernya kalo ga salah begini kutipannya :

Kepuasan terletak pada USAHA dan bukan pada HASIL. USAHA keras adalah KEMENANGAN yang HAKIKI
-Mahatma Gandhi-


Sedikit banyak kata-kata ini jadi semacam cambuk bagi saya untuk bangkit kembali dan semangat buat hajar UTS. Yah, memang benar yang utama adalah sejauh dan sekeras apa kita berusaha. Perihal hasil memang akan muncul belakangan dan manakala hasil itu ternyata tak sesuai ekspektasi semula maka yang terpenting upaya termaksimal sudah kita lakukan-upayakan. Usaha terbaik sudah kita berikan dengan optimal dan hasil yang akan kita petik nanti Insya Allah tidak akan membuat kita kecewa. Ya nggak ?


Thanks ya, Ki. I owe you one :)

Jumat, 12 Agustus 2011

Pretend

I just pretend i don't care
or pretend to be care of, sometimes
when life gets hard and time's tapping fast
lies get too ordinary
world get mad,
and i have had nothing to do with that
here and there
just disappear

Sabtu, 23 Juli 2011

i like it


"I'm selfish, impatient, and a little insecure. I make mistakes, I am out of control, and at times hard to control. But if you can't handle me at my worst then you sure as hell don't deserve me at my best."

Dapet ini pas buka blog Sese, juga pernah lihat sepenggal kata-kata ini di description profile facebook-nya Widya. Yang menurut saya sih bagus kata-katanya...


Berasa strong woman ga, sih? Yang worth it buat diperjuangkan. Fight for me, atau wataaaaau yaaaa??? hehehe *efek nonton kungfu chef :D

Foolish thought

Satu hal yang selalu saya komplain pada diri saya sendiri adalah mengenai kekurang-konek-an saya pada sekitar, ya orang-orangnya sih terutama. Yang bukan jadi keahlian saya terutama, ya menjalin hubungan dengan orang-orang yang dekat dengan saya (mungkin terasa begitu) tapi hanya sebatas cerita sekali-dua kali, dan saya rasa saya kurang bisa maintain. Itu yang ada di pikiran saya sekarang.
Apalagi kalo saat liburan kayak gini. Saya sepertinya juga tipe orang yang butuh kehadiran fisik buat interaksi. Kalo lagi jauh gini, liburan atau ada kegiatan masing-masing dan jarang banget ketemu di kampus atau ga kumpul-kumpul lagi...rasanya tuh jadi hilang dari peredaran, seringnya ga nyambung. Kalopun saya berusaha buat sms atau apalah gitu, paling juga obrolan basa-basi yang nanyain kabar awalnya terus iya kalo berkembang. padahal jarang banget bisa berkembang.
Saya butuh stimulus, sesuatu untuk diobrolin atau suasana yang pas buat bangun obrolan itu. Yang seringnya jarang saya dapat, jadilah saya ngerasa gini.
Yang ada malah ngiri sama interaksi yang terlihat dari wall di facebook-lah, komen status seseorang-lah-mengenai apa saja. Peristiwa yang saya ga terlibat di dalamnya. Padahal saya tau, ga semua grup bisa saya ikutin. Ga semua grup, perkumpulan, atau obrolan yang mereka omongin cocok/nyaman mereka omongin sama saya. Saya cuma ngiri aja, pengen bisa jadi kayak mereka. Saya bukan tipe orang pemersatu dan pencipta suasana soalnya. Selama ini, kalopun di grup orang yang berperan untuk hal itu pasti bukan saya. Yah, karena saya akui : I'm not smart in that bussiness.
Saya malah cenderung merasa diri saya orang yang membosankan. Yah, lihat saja pilihan tempat jalan-jalan saya yang monoton, jarang suka hal yang baru, lebih cenderung suka pada hal-hal biasa yang 'aman', makan pun itu-itu saja.
Dan saya bisa menikmatinya, ga rewel minta macem-macem yang naninu-naninu.
Walau terkadang saya pengen juga loh, jadi impulsif.
I'm a boring girl, don't you think?

Rabu, 02 Februari 2011

saya takut


saya kembali takut
lagi
saat dihadapkan pada pilihan dan kembali pada pekerjaan
kewajiban
realita saya sebagai pelajar
mahasiswa


saya takut
jika nantinya tidak bisa menjalani berbagai opsi yang sudah saya pilih
berbagai jalan yang akan-sudah ditapak,
walau memang masih sedikit
ketakutan saya yang lama kambuh lagi
saya takut orang akan kecewa
pada saya
dan ekspektasinya


saya takut
saya sungguh takut Tuhan
akan semester depan yang sudah tinggal menghitung hari
untuk dijejak
saya takut
kalo kemalasan saya menjadi lebih parah lagi
dan lebih parah lagi saya takut tidak bisa survive
saya takut menyisihkan satu karena yang lain
saya takut
karena saya nggak biasa


Tuhan, akan jadi apa saya nanti?
ketakutan saya masih saja bersemayam
kapan menghilang?

Senin, 31 Januari 2011

You maybe not superordinary, but you're my favorite


Several times later, i had a task to write about myself for my level test on English conversation. And there's not a lot I told about me. I'm gonna tell you something. To be honest, actually i'm not good at describing myself 'thing'. I'm a shy person, you know. So, i hope the teacher didn't expect too much about it.
First of all, i came with usual beginning. I said what's my name, full and also nick name. I can't believe that i also wrote 'Mbem' as one of my nick name and also the reason behind it. (what else except the chubby cheeks :D). I went on by writing about my sister, my family, where do i came from, and other stuff. The story kept going and i begin told about my hobby, which came out with comics, novels, and musics. I didn't have huge things neither in this part. But, i wrote quite a lot and i think it's enough. Later on, suddenly i thought about my blog. Yeah, it's you. Then, i began to write about how i like to spend my time writing or typing things in my laptop to be posted on my blog (yeah, it's you). It is not a superordinary blog like maybe others have, though. It just an ordinary one, but i do love it so much. That's what exactly i wrote on my essay about myself. I wrote how i'd been so in love with you, how i can spend my time to decorate you, to share my feeling, emotion, even my random thought, to tell the story of mine when i think it is not too private to be shared, and the insight that i have after all that i've been through. And i don't lie when i say that it such a huge relief when i know i can tell something even it does feel heavy on the beginning. After all, i can even laugh at it, my stupidity, my fault, and just keep moving.

That's why,
One of my resolution for 2011 (hope i can fullfill it) : start writing a lot about anything and for that you're one in a million that i can rely on :)
Don't you know my tumblr and blog of mine....
I'm very glad to have you in my life.
And just so you know that you are one of my favorite. Am i your favorite, too? :)



Sabtu, 29 Januari 2011

just wish me luck, then



You can't always get what you WANT but if you try sometimes you get what you NEED

Beberapa waktu ini saya mencoba mensugesti diri saya sendiri dengan kalimat itu. Entah dengan mendendangkannya ataupun dengan mengucapkan deretan kalimat itu dalam hati. Pasalnya, beberapa saat yang lalu saya baru tahu kalo ternyata kelas saya untuk mata kuliah Pelatihan 1 mendadak pindah dari kelas A menjadi kelas E. Dan dasar memang nasib, hanya saya saja yang terpindah dengan semena-mena ( thanks to SIAK enjih :( ), sedangkan teman-teman sekelompok saya yang lain tetap anteng di kelas kami semula. Berita ini tak elak sukses membuat keseimbangan mood liburan saya terganggu. Nasib memang nasib, saya sudah berusaha menghubungi manajer pendidikan yang sekaligus merupakan PA saya dan meminta penjelasan juga kemurahan hati. Namun, apa boleh dikata. Malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih (eh, bener ga ini peribahasanya. hehe). Keadaan saya tidak bisa diapa-apain lagi. Akhirnya saya pasrah, stagnan dalam kondisi ini. Usaha terakhir, saya minta tolong teman sekelompok untuk menanyakannya kembali secara langsung besok senin. Entah apa yang akan terjadi. Tapi saya masih menggantungkan harapan pada hari senin itu.

Please, pray for me and wish me luck :)

xoxo, with love

Selasa, 07 Desember 2010

Lisuma thing

i've wondered...
and still been wondering why this lisuma thing never work out. For me and the others....unless other teammate that seems giving up already at least for now - itu jelas mereka sudah menentukan sikap.

Our team are great. It supposed to be. i believe on that or i (should) believe on that. Seharusnya. karena saya percaya pada kekuatan pikiran, di mana pikiran kita mempengaruhi keberpihakan alam semesta pada kita. It's actually a simple thing. Just like positive thinking, prasangka baik, optimism-whatever it called- seperti yang diajarkan dalam Islam. Kenapa
saya peduli pada segala macam prasangka baik akan sesuatu ini? Karena setiap apa yang kita pikir, ucap, atau bisikkan adalah sebuah doa.Sekecil apapun, ada unsur doa di dalamnya. Dan satu lagi, seperti yang ketua angkatan saya selalu katakan. Semua itu tergantung pada niatnya.
Tidak ada kontribusi yang akan menjadi sia-sia, sekecil apapun itu.



We have our ability, speciality, with our unique perspective. Each of us. So, why can't we be that good? At least,to be responsible based on our responsibility there. The shame thing is, selama ini we usually too busy with our work. Each activities. So do I. Bukan bermaksud mencari excuse or somewhat cliche things to say, but someways sometimes that the reality is. Diakui atau tidak, bagi saya sendiri lisuma (hampir) ada di urutan rendah di daftar prioritas saya, atau bahkan mungkin terendah dalam prioritas saya. Urutan terakhir, di level yang mendapat perhatian paling minim. Asumsinya, dan memang sepertinya begitu. Mungkin begitupun bagi yang lain, itu saya tidak tau pasti. Dari lima orang anggota inti, lama-lama berkurang satu demi satu. Diakui, secara basic kami belum kuat. Ikatan antara kami bukanlah ikatan yang kuat layaknya persahabatan yang sudah lama terjalin. Toh kami pun memang baru kurang lebih satu tahun ini saling mengenal-kecuali saya dan teman sekamar saya yang memang dan hanya kami berdualah cewek yang ada di sini. Sisanya? Tiga cowok yang memang punya ciri khas pribadi masing-masing. Deal with them? Almost spend all of my energy, especially on the beginning. Wait a moment, I almost freaking out dan dibuat geregetan oleh salah satu oknum. Yah, cukup tahu saja lah yaaaa :D

We still have a little problem how to picturizing what's on their mind, how they work, and so many other things. Good thing is...we want to make Lisuma work, so we try to build our team. Senior saya juga memberikan uluran tangan, tapi balik lagi ke masalah komitmen dan prioritas kami seperti yang saya katakan di awal. Kami belum dapat memandang lisuma sebagai salah satu elemen penting itu. Belum, tapi saya secara pribadi mengakui keberhargaannya. Dan saya tidak mau kehilangannya, terlalu sayang setelah semua hal yang terjalin di antara kami. Sebagai hasilnya, saat ini kami yang berada di bawah naungan lisuma dapat dikatakan masih sekedar menjalin hubungan pertemanan yang sedang kami upayakan untuk semakin erat. Ini satu upaya untuk memupuk kebersamaan yang nantinya diharapkan dapat berbuah pada perasaan saling memiliki, senasib, sepenanggungan dalam menopang organisasi ini.

Satu lagi hal yang saya benarkan dan amini dalam hati adalah sebagian (atau malah semua) anak lisuma yang ada sebagai inti lisuma merupakan anak dengan tipe konseptor bukannya eksekutor.Insight ini saya dapat dari materi pada sebuah training BEM PRIMA yang saya ikuti. Makanya, bisa dibilang masalah konsep kami bisa saja lancar membicarakan dan merencanakannya. Tapi begitu sampai untuk urusan pelaksanaan, gerakan mandeg. Orang yang menyanggupi untuk menjadi penggerak atau pengeksekusi pun akhirnya tidak juga dapat berjalan sesuai harapan.
Sekarang kami pun sedang berjalan sendiri-sendiri. Kami masih sibuk dengan urusan masing-masing. Apa boleh buat, hampir semua dari kami menjadi pengurus BEM di fakultas masing-masing dan beberapa bahkan berkecimpung di lebih dari satu organisasi internal. Saat ini saya sih tidak menuntut banyak dari yang lain ataupun dari diri saya sendiri. Kalaupun kami belum bisa maksimalkan untuk kegiatan penggerak organisasi ini di tahun ini atau di kepengurusan kali ini, saya ingin paling tidak kekompakan dan kebersamaan kami sebagai teman dan juga keluarga digerakkan lagi. Setelah sekian lama tidak berkumpul secara lengkap, saya juga sebenarnya merindukan kalian lho guys......

Despite of kejengkelan saya pada kalian (kadang-kadang), nyebelinnya kalian kalo lagi ga tau senggol-bacoknya saya lagi kumat, kejayusan kalian, ke-sotoy-an kalian, becandaan-nya kalian yang bocah banget,ke-absurd-an kalian.......saya merindukan kalian lho.
Udah hampir 3 bulan kita nggak kumpul-kumpul lengkap rame-rame lho, sekedar jalan buat makan atau nonton pun boleh, atau maen ke kosan dengan tradisi martabak juga fanta pun ayooo. Saya nggak menolak atau membatasi opsi apapun. So, would you please? Or do you mind if i ask to?


Sabtu, 04 Desember 2010

miss myself

saya baru menyadari. ternyata mungkin selama ini saya sebenernya udah capek. capek mengenai urusan tugas kampus, capek juga tentang urusan interpersonal, capek sama urusan organisasi, capek sama diri saya sendiri. terkadang entah mengapa yang saya rasa justru situasi yang serba salah. entah bagaimana apa yang saya lakukan masih saja tidak cukup. mood saya juga ga membantu. jangankan membantu tenangkan saya sedikit. mood saya malah makin naik turun. saya sering murung. yang saya tak tau pasti kenapa. mau cerita ke siapa pun susah juga. pada akhirnya hasil yang saya peroleh tak sesuai harapan. bukannya kenapa, malah men-judge saya. malah bikin saya makin down. saya jadi bingung. harus ngapain saya biar hati saya lega .


Buat nulis di diary atau sekadar blog kayak sekarang waktu itu pun sedang tidak ada medianya. internet off, modem mengacau. malas. jujur saya juga sedang sangat malas saat itu. bahkan untuk berada dekat-dekat heaven-si lappy saya tersayang pun enggan. bahkan sekedar untuk nonton dvd. saya lagi butuh orang -- butuh interaksi sosial yang banyak. butuh banyak ketawa, walau mungkin cuma mentertawakan kebodohan saya sendiri. tapi terkadang saya pun bingung harus mencarinya ke mana. teman-teman saya pun tak kalah sibuknya dengan saya. tak kalah kalut dan gundahnya seperti saya. tuntutan tugas makin banyak dan (agak) irrasional soalnya

mungkin saya saja yang masih kelihatan tenang dalam topeng persembunyian saya. padahal, saya sudah tak tahu harus apa atau bagaimana. padahal, saya ingin sekali berteriak, menangis
walau saya tak tau untuk apa saya menangis.


mungkin saja saya terlalu jaim. sok kuat, sok tegar, padahal sebenarnya lemah. saya hanya merasa dada ini sudah terlalu sesak. beban ini terlalu menghimpit. saya ingin sekali menyelesaikan semester ini secepatnya, dengan baik. yah, semoga saja saya bisa. jujur, saya tidak terlalu yakin. kayaknya kemampuan saya entah lagi piknik ke mana. take days off. mungkin karena lagi capek juga



hey, can you hear me?
please come back soon
I'm missing being myself like those days when we had in laughter

Kamis, 09 September 2010

One moment please. Sorry :(


Sorry...udah banget bikin kalian bingung.
Ga sekedar itu, sebel mungkin iya.
Banget, lipat berlipat kali
Kesel, mungkin iya juga
Kalo ibarat campuran makanan nih ya...
Perasaan kalian itu
mungkin.....
campur aduknya udah ga karuan
karena...
Di mix itu, bumbuin ini
ya dari mana lagi,
kalo bukan tingkah saya yang situasional
gampang berubahnya. banget. in bad way. in bad term

Saya paham. Saya masih childhish, memang.
Saya pun masih labil.
Saya sadar. Saya masih juga ga tau situasi
Walaupun label saya sudah twenty --- meski blom something, but still...
Saya belum juga bisa jadi dewasa
Masih juga ngerepotin kalian
yang tiba-tiba bete lah
yang tiba-tiba nangis lah
yang tiba-tiba ngambek lah
yang tiba-tiba ga mau diajak sok maen rahasia-rahasiaan lah
yang bisa tiba-tiba cemberut kalo lagi capek atau ga sreg sama sesuatu
yang (mungkin) bagi kalian bahkan jadi ga asik

Sungguh. Saya ga bermaksud.
Dan sungguh, saya benar-benar ga ingin kalian jadi beda sama saya
Saya tahu saya tak seharusnya begitu.
pun saya sedang coba untuk berubah.
Semoga ini juga salah satu proses menuju saya yang 'baru'
saya yang lebih menyenangkan
Saya yang lebih bisa mengerti kalian
Saya sebagai teman yang oke buat kalian
Saya yang lebih baik
Saya yang lebih dewasa
Semoga :)



*Renungan from twenty something August, few days after 24th August 2010
A moment to remember, a single moment which says a lot
-Buat siapapun yang membaca ini dan pernah mengalami situasi ini-

Pages

Paling sering dibaca