every pieces has it own story

Tampilkan postingan dengan label friendship never ends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friendship never ends. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

Congratulation for the new title, kak QQ!

Belakangan ini, semakin banyak senior 2007 yang satu persatu mendapatkan gelar Bachelor degree mereka sebagai sarjana psikologi. Wow, man...kayaknya baru kemarin aja saya masuk UI, wara-wiri asrama-psikologi, masih jadi Maba ingusan. Sekarang, tahu-tahu angkatan persis di atas saya satu demi satu 'pamit' dari kampus. Beberapa yang cukup saya kenal *tapi banyak yang ga sempat saya hadiri sidangnya karena pas lagi magang atau pas ada acara lain* juga demikian adanya. Sebut saja Kak Nana, Kak Achunk, Kak Fitri, Kak Dimit, Kak Mira, Kak Malik, Kak Bochan, Kak Macil, and for sure kak QQ! (Maaf ga bisa disebutin satu-satu juga yang lainnya yaaa banyak banget soalnya).
Iya, kak QQ yang notabene bu boss sekaligus ibunya anak-anak P&K Rangers minggu kemarin tepatnya tanggal 30 Juni *if i'm not mistaken yaa* kak QQ menjalani sidangnya dan akhirnya menyandang gelar itu. Anak-anak P&K Rangers awalnya pengen banget bisa dateng pas sidangnya, ya at least nungguin di luar gitu loh dan nyambut kak QQ pas baru keluar ruangan gitu. Semacam ngasi dukungan moril, mental support gitu. Tapi apa daya, anggota P&K Rangers sedang menjalankan tugas masing-masing, yang angkatan 2008 sedang dalam masa magang, yang angkatan 2009 juga kebetulan lagi ada acara lain. Jadilah kita ga bisa hadir, dan sebagai gantinya hanya bisa ngasi dukungan via sms :(
Kami sebenarnya sudah berencana untuk membuat sesuatu untuk menyambut kak QQ dari ruangan sidang itu, tapi berhubung tidak ada yang bisa standby akhirnya kartu ucapan yang kami tujukan untuk kak QQ itupun kami post saja di Facebook. Dan jadilah semacam surat cinta dari kami *meminjam istilah kak QQ* untuknya.
Namanya apa ya, hmmm from P&K with love mungkin cocok :)

Time build us as a family, time make us stronger. As a time goes by, the journey we make continue for reaching its end. This time make our feeling for each other deep and so much deeper.After wasting energy, ups-downs, obstacles then finally today your journey on your bachelor degree comes to an end.
Then, let us say : Congratulations Rizkiana Shadewi, S.Psi!Congratulation for the title and new journey you'll face ahead. We love you much, kak QQ!!! :)

Ada juga ucapan dari masing-masing Rangers :

"Kak QQ, selamat untuk kesuksesannya selama 4 tahun ini ya...semangat terus untuk perjuangan dan kontribusi berikutnya :) Semoga ilmunya tetap terpatri dan bermanfaat."
-with love, Liza-

"Kak QQ!!! Kakak yang telah mengajarkanku banyak hal. Semoga dikau menjadi orang yang lebih sukses dari yang sekarang. Menjadi orang yang bisa lebih banyak menginspirasi banyak orang. Menjadi seseorang yang didampingi oleh seseorang yang tepat (jodoh). Semangat ya kak dalam menggapai asa-asa!
Semoga keluarga the rangers tetap bisa solid karena kau adalah ibu kami :D "
-Ira-

"Kak QQ, selamat! Udah jadi S.Psi, udah bener-bener menghadapi dunia, semoga selalu dipermudah segala rencananya. Semangat selalu kak...Cups :) "
-Ashma-

"Kak Q, selamat ya sudah jadi sarjana. Kalau sudah meninggalkan kampus, jangan lupa sama kita yaaa...Main-main ya kak ke kampus. Jangan lupa sama the rangers! Makasih udah jadi kakak, senior, bahkan pembimbing KAUP aku...Cups :) "
-Ibey-

Selamat QQ S.Psi :D semoga smakin pinter :)
-Putra-

"Selamat, menjadi sarjana kak QQ! Akhirnya setelah perjuangan yang panjang, lelah, serta melalui medan yang sulit gelar itu didapat juga. Sekali lagi, Congratulations Rizkiana Shadewi, S.Psi! >.<
Maaf nggak bisa dateng langsung menyemangati dan menemani saat sidang skripsi, maaf juga selama ini banyak menyusahkan kak QQ. Terima kasih atas semua yang udah kakak ajarkan ke aku. Gimana sabarnya kakak, luar biasanya kakak dengan sejuta kemampuan juga talent kakak. Mengenal kakak sungguh merupakan hal yang menyenangkan. Semoga kita masih tetap bisa menjaga tali silaturahmi meskipun kakak udah lulus, tetap bisa kumpul2 bareng the rangers kayak dulu lagi. Jangan lupakan kami ya, kak:) Semoga juga ilmu yang kakak punya bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Selamat mengejar mimpi-mimpi selanjut dan lainnya ya kakakku sayaaang :) "
-with love, Siska-

Dan, komen kak QQ di photo itu :
kutipan kata pengantar gw u kalian: "orang2 yg selalu memberikan semangat, senyum, inspirasi, dan perhatian.... P&K (Ira, Siska, Putra, Ibey, Ashma, Liza), org2 yg pastinya akan saya banggakan di kehidupan pasca kampus nanti.
Bunch of thanks guys, u semua ukiran2 indah yg kalian buat selama gw ada di fakultas psikologi ui :))


We love you full, kak Q!
One more time i wanna say, thanks for bring us together Ma'am >.<

Rabu, 15 Juni 2011

KAUP oh KAUP : Sekilas perjalanan :)

Semester 6 akhirnya berakhir sudah dan bukan berarti tidak menyisakan kenangan. Ada satu mata kuliah di semester ini yang (semestinya) disetujui oleh hampir semua mahasiswa semester 6 Psiko UI sebagai mata kuliah yang mengalihkan dunia mereka. Mata kuliah ini udah tenar banget semenjak dikumandangkan oleh senior, even pas kami masih ada di semester-semester awal menjalani perkuliahan di Psiko UI tercinta. Dan mata kuliah ini juga yang sejujurnya memang paling membekas bagi saya di semester ini.
Menjadi mahasiswa hampir semester akhir, membuat saya mengingat kembali masa-masa saat kami masih memiliki beberapa angkatan senior di atas. Mulai dari angkatan 2006 dengan kak Dewi, kak Oi, Kak Wuri, Kak Yoke, Kak Kiki Jeruk, dan banyak lagi yang notabene saya kenal di AAJ. Menjalani masa menjadi junior yang paling bontot di psiko bersama senior seperti mereka merupakan masa-masa yang menyenangkan. Dan memang dari mereka pula nama mata kuliah KAUP (Konstruksi Alat Ukur Psikologis) tak luput dari perhatian kami. Mata kuliah yang konon katanya menjadi dewanya semester 6 *kalo ini istilah saya sih :P
Melegenda *cieee* mungkin karena setelah proses pembuatan kita sebagai kelompok akan diuji dengan adanya Kompre untuk melihat pemahaman kami terhadap alat ukur yang kami buat. Saya sadar giliran kami akan semakin mendekati waktunya saat angkatan 2007 'tampil' dalam masanya ber-KAUP ria. Kali ini euforia dan suasana KAUP semakin terasa karena saya yang telah bergabung dengan BEM dan mendapati mumetnya pengurus BEM angkatan 2007 yang berjibaku dengan KAUP kelompoknya masing-masing. Semangat yang naik kemudian turun--naik lagi, mood depressed atau putus asa yang kadang-kadang muncul....hingga puncaknya saat Kompre itu sendiri. Gila, kagum banget saya sama mereka yang udah melalui Kompre. Mereka hebat! Yah, senior-senior saya memang super semua sih! :D
Bener deh, bagi saya pribadi kompre itu sungguh terlihat menakutkan. Yes, you got the point! Scary for me that have a trouble for saying something apa ya hmmm...so organized in mind. Saya ini orang yang paling ga bisa ngomong runut dengan lancar, pasti deh muter-muter atau paling buruk ya saya hilang di tengah jalan- ngeblank aja gitu sama apa yang mau saya omongin. Sementara itu, kami pun sadar tinggal menghitung hari di 1 semester hingga KAUP benar-benar menjelang dan menjadi masanya kami untuk menghadapinya.

Satu yang bikin deg-degan juga di KAUP adalah kelompok yang menurut saya juga menentukan keberhasilan KAUP ini. Nggak bisa dipungkiri, urusan kelompok ini menjadi sesuatu yang krusial karena kami yang akan berjuang selama 1 semester demi puncaknya kompre nanti. Harus ada apa ya (kalo saya bilang chemistry, terlalu berlebihan) jadi mungkin rasa klop yang udah terbina dari awal. At least, kita tahu anggota kelompok kita dan bisa percaya sama mereka. Karena kita nanti akan kerja bareng kan. Sering menghabiskan waktu bersama kan, tidur bareng bahkan saat sleepover.
Akhirnya terpilihlah formasi super untuk kelompok KAUP yang kemudian diberi nama KOPROL : Eky, Dania, Daniel, Alim, Saya, dan Wanda. YES, WE ARE THE SUPER TEAM! >.<
Dan team building pun diupayakan untuk diadakan. Ini hasil team building kami :
Banyak hal yang sudah kami lalui bersama, banyak masa-masa yang kami hadapi bersama. Senang, sedih, ngambek, bete, semangat naik-semangat turun lagi, kecapekan, drop hingga sakit. Yah, prosesnya sendiri memang tidak mudah. Mulai dari proses menentukan alat ukur yang akan dibuat-ini kita bergelut dengan latar belakang, alasan, manfaat, dan tujuan kita membuat alat ukur. Percaya deh, ini benar-benar langkah awal yang penting dan menentukan keseluruhan alat ukur yang akan kami buat, makanya nggak mengherankan kalo kami digembleng di sini. Kita harus benar-benar kuat di sini, itu yang tertanam dalam benak kami. *Thanks to Om Ip dan Mbak Julia yang membimbing kami :)
Belum lagi proses memusingkan lain setelah topik alat ukur terpilih dimana kami harus cari referensi-milih yang mana dari sekian banyak, proses pencarian bahan yang memusingkan karena keterbatasan akses jurnal atau buku yang tersedia misalnya, serta hal-hal lain karena ini itu dan tralala trililinya.
Belum lagi secara internal harus tetap dijaga, dimana kami 'berdamai' dengan kelompok untuk mencapai satu misi besar dan mencapainya dari (mungkin) sekian perspektif langkah kecil berbeda yang seharusnya kami ambil, bertoleransi tetapi juga tidak permisif dalam kelompok. Perjuangan yang harus dilalui memang tidak hanya fisik tetapi juga mentally for sure. Capek raga, hati (kadang-kadang), capek pikiran. Fisik yang udah lelah karena waktu yang memang harus rela disisihkan bahkan di luar jam kuliah untuk menyelesaikan tugas pembuatan alat ukur kebanggaan kelompok masing-masing, bergumul dengan waktu yang sempit dan deadline yang mencekik, belum lagi pembagian dengan tugas lain yang tidak kalah penting walau terkadang alkhirnya kami nomor sekian-kan.
Bukan, sebenarnya saya tidak ingin menyebut KAUP sebagai momok yang menakutkan. Karena toh saya menjalaninya dengan enjoy bersama kelompok saya. Saya bersyukur karena kelompok saya ini penuh dengan toleransi, mungkin karena semua anggotanya sendiri merupakan orang-orang yang terlibat juga di organisasi jadi kurang lebih kami bisa (atau harus bisa) saling memahami keadaan kami dengan tanggung jawab masing-masing. Gimana enggak, 5 dari 6 anggota merupakan pengurus BEM sedangkan 1 orang lagi tidak kalah aktifnya di organisasi keagamannya.
Beruntung kami juga mengambil langkah yang tepat dengan men-set tujuan dari awal, komitmen dari awal, dan batasan toleransi. Dan ibu ketua yang super ciamik. *Thanks to Eky yang udah mau sabar ngingetin, jadi komandan kapal KAUP kita :)
Meskipun begitu, toh kami masih bisa menemukan kesenangan di sela-sela proses pengerjaan alat ukur ini. Masih bisa berbagi tawa, olok-olok, candaan yang terkadang ga penting tapi semua itu membuat semuanya menjadi menyenangkan. Putus asa dan depresi (mungkin) memang sempat mampir tapi kami tahu caranya deal with it. *alhamdulillah
Kami masih bisa sekedar jalan bareng, karaoke, makan, ketawa-ketiwi, bahkan mampir 'mencicipi' rasanya belajar di perpus pusat. *ini saat UAS lho, di kala deadline udah di depan mata...haha.
The Girls : Dania, Eky, Me :)

KOPROL, without Alim

KOPROL without Daniel
Di dalam perpus :)

Kami pun sampai menobatkan anggota KAUP ke-7 (Kiprim) hingga anggota kesekian yang lain :P Satu yang bahkan ga penting-penting banget sih sebenernya : janjian baju buat komprenya. Kita semua harus tampil rapi. *Dan sepertinya kami terlalu lucky untuk dapat giliran kompre pertama, giliran pertama yang mengawali rangkaian kompre angkatan kami. Tepat satu hari setelah UAS yang lain berakhir. Di sini kami juga harus susah payah mencari Kompresor untuk latihan mengompre kami, grudak-gruduk cari sana-sini untuk sumber yang belum lengkap atau citation yang masih diragukan, alasan yang mungkin harus kami ajukan saat ditanya di kompre. Singkat cerita, kami benar-benar menyiapkan amunisi mati-matian untuk pertempuran kami itu, puncak dari kerja keras kami selama ini.
Awalnya saya merasa desperate, saya benar-benar takut. Malam sebelum kami kompre, saya bahkan sudah mengalami kehilangan nafsu makan dengan sukses. Malam sebelumnya kami memang melakukan persiapan terakhir untuk kompre kami dan paginya datang awal untuk review akhir.Paginya, ternyata keadaan lebih buruk lagi. Bukan cuma saya yang mengalami psikosomatis, tetapi sepertinya yang lain juga iya. Saya sempat mual dan tidak bisa menelan apapun bahkan untuk minum pun saya tidak mau. Yang lain juga mengalami ketidakinginan untuk menyantap apapun sebelum kompre, entah karena mual juga atau sekedar melilit.
Akhirnya, saat waktunya tiba saya memutuskan untuk pasrah. Dan memang hanya bisa pasrah juga berdoa sepertinya.Kami pun masuk ruangan dan kompre berjalan selama kurang lebih 2 jam. Kami mendapat kesempatan untuk ditanya-tanya sesuai dengan permintaan kompresor dan juga mengajukan diri saat pertanyaan dilempar ataupun periode rebutan. Di sini kami juga masih menerapkan toleransi dan saling back up sebisa mungkin. Semua pun termasuk berjalan dengan cukup lancar dan pertanyaan yang kami takutkan akan keluar justru tidak keluar. Kami cukup yakin dengan jawaba yang kami berikan dan cukup puas karenanya.
Kompresor mengetahui ketegangan kami dan berusaha menurunkan tensi agar kami lebih relax. Begitu kompresor mengatakan kompre sudah selesai, kelegaan kami tidak bisa terkatakan lagi. Akhirnya, selesai sudah perjuangan kami dan paling tidak kami sudah memberikan yang terbaik yang bisa kami lakukan. Jadi, setelah semuanya berakhir pun NO Regret :)
Begitu ruang kelas tempat kami kompre dibuka, banyak teman-teman kami sudah menunggu di depan untuk gilirannya. Dan begitu kami keluar itu, mereka langsung menyambut kami dengan meriah dan tepuk tangan. Kami nyaris speechless setelah akhirnya semua berakhir.
Setelah itu kami pun benar-benar dapat menikmati masa free kami dengan bersenang-senang. Sayangnya, saya tidak diperbolehkan untuk mengganti baju saya yang super rapi jali selama jalan-jalan ini. jadilah kami seperti anak kantoran yang hang out setelah pulang kantor.
Aaaaah....kalo diingat lagi sekarang masa-masa itu menyenangkan loh (prosesnya maksud saya). Saya jadi gampang kangen mereka sekarang, mungkin karena hampir tiap hari bertemu yaaaa.
Yuuukkk aaah,,,kita jalan-jalan lagi kalo gitu. Ice skating, karaoke, atau sekedar makan? Ayo aja lah :D

Selasa, 07 Desember 2010

Lisuma thing

i've wondered...
and still been wondering why this lisuma thing never work out. For me and the others....unless other teammate that seems giving up already at least for now - itu jelas mereka sudah menentukan sikap.

Our team are great. It supposed to be. i believe on that or i (should) believe on that. Seharusnya. karena saya percaya pada kekuatan pikiran, di mana pikiran kita mempengaruhi keberpihakan alam semesta pada kita. It's actually a simple thing. Just like positive thinking, prasangka baik, optimism-whatever it called- seperti yang diajarkan dalam Islam. Kenapa
saya peduli pada segala macam prasangka baik akan sesuatu ini? Karena setiap apa yang kita pikir, ucap, atau bisikkan adalah sebuah doa.Sekecil apapun, ada unsur doa di dalamnya. Dan satu lagi, seperti yang ketua angkatan saya selalu katakan. Semua itu tergantung pada niatnya.
Tidak ada kontribusi yang akan menjadi sia-sia, sekecil apapun itu.



We have our ability, speciality, with our unique perspective. Each of us. So, why can't we be that good? At least,to be responsible based on our responsibility there. The shame thing is, selama ini we usually too busy with our work. Each activities. So do I. Bukan bermaksud mencari excuse or somewhat cliche things to say, but someways sometimes that the reality is. Diakui atau tidak, bagi saya sendiri lisuma (hampir) ada di urutan rendah di daftar prioritas saya, atau bahkan mungkin terendah dalam prioritas saya. Urutan terakhir, di level yang mendapat perhatian paling minim. Asumsinya, dan memang sepertinya begitu. Mungkin begitupun bagi yang lain, itu saya tidak tau pasti. Dari lima orang anggota inti, lama-lama berkurang satu demi satu. Diakui, secara basic kami belum kuat. Ikatan antara kami bukanlah ikatan yang kuat layaknya persahabatan yang sudah lama terjalin. Toh kami pun memang baru kurang lebih satu tahun ini saling mengenal-kecuali saya dan teman sekamar saya yang memang dan hanya kami berdualah cewek yang ada di sini. Sisanya? Tiga cowok yang memang punya ciri khas pribadi masing-masing. Deal with them? Almost spend all of my energy, especially on the beginning. Wait a moment, I almost freaking out dan dibuat geregetan oleh salah satu oknum. Yah, cukup tahu saja lah yaaaa :D

We still have a little problem how to picturizing what's on their mind, how they work, and so many other things. Good thing is...we want to make Lisuma work, so we try to build our team. Senior saya juga memberikan uluran tangan, tapi balik lagi ke masalah komitmen dan prioritas kami seperti yang saya katakan di awal. Kami belum dapat memandang lisuma sebagai salah satu elemen penting itu. Belum, tapi saya secara pribadi mengakui keberhargaannya. Dan saya tidak mau kehilangannya, terlalu sayang setelah semua hal yang terjalin di antara kami. Sebagai hasilnya, saat ini kami yang berada di bawah naungan lisuma dapat dikatakan masih sekedar menjalin hubungan pertemanan yang sedang kami upayakan untuk semakin erat. Ini satu upaya untuk memupuk kebersamaan yang nantinya diharapkan dapat berbuah pada perasaan saling memiliki, senasib, sepenanggungan dalam menopang organisasi ini.

Satu lagi hal yang saya benarkan dan amini dalam hati adalah sebagian (atau malah semua) anak lisuma yang ada sebagai inti lisuma merupakan anak dengan tipe konseptor bukannya eksekutor.Insight ini saya dapat dari materi pada sebuah training BEM PRIMA yang saya ikuti. Makanya, bisa dibilang masalah konsep kami bisa saja lancar membicarakan dan merencanakannya. Tapi begitu sampai untuk urusan pelaksanaan, gerakan mandeg. Orang yang menyanggupi untuk menjadi penggerak atau pengeksekusi pun akhirnya tidak juga dapat berjalan sesuai harapan.
Sekarang kami pun sedang berjalan sendiri-sendiri. Kami masih sibuk dengan urusan masing-masing. Apa boleh buat, hampir semua dari kami menjadi pengurus BEM di fakultas masing-masing dan beberapa bahkan berkecimpung di lebih dari satu organisasi internal. Saat ini saya sih tidak menuntut banyak dari yang lain ataupun dari diri saya sendiri. Kalaupun kami belum bisa maksimalkan untuk kegiatan penggerak organisasi ini di tahun ini atau di kepengurusan kali ini, saya ingin paling tidak kekompakan dan kebersamaan kami sebagai teman dan juga keluarga digerakkan lagi. Setelah sekian lama tidak berkumpul secara lengkap, saya juga sebenarnya merindukan kalian lho guys......

Despite of kejengkelan saya pada kalian (kadang-kadang), nyebelinnya kalian kalo lagi ga tau senggol-bacoknya saya lagi kumat, kejayusan kalian, ke-sotoy-an kalian, becandaan-nya kalian yang bocah banget,ke-absurd-an kalian.......saya merindukan kalian lho.
Udah hampir 3 bulan kita nggak kumpul-kumpul lengkap rame-rame lho, sekedar jalan buat makan atau nonton pun boleh, atau maen ke kosan dengan tradisi martabak juga fanta pun ayooo. Saya nggak menolak atau membatasi opsi apapun. So, would you please? Or do you mind if i ask to?


Selasa, 07 September 2010

Yes, We are perlap! we are strong on our own way. Uniquely, easily happy :)


Proud to be member of PERLAP Kamaba 2010. You bring all the laugh and joy together guys: Rahmadini, Akbar Syahputra, Ezra Ollyn, Naufal, Melica, and Yufa.Yes, you are awesome!hahahaha

Love you all *love

PERLAP Kamaba 2010, salah satu kepanitiaan yang penuh dengan canda, tawa, keceriaan, kesenangan dengan orang-orang "gila" dengan ciri khas dan gaya masing-masing.

Rahmadini, dengan atau tanpa embel-embel Abbas di belakangnya :D
Si ibu PJ yang mendapat sebutan Nyonya dari Naufal Zilal. Dini dengan selera humor yang oke punya, luar biasa talkative dan supel. Sosok yang begitu disibukkan ke sana kemari, lari-lari untuk mengusahakan yang terbaik bagi kita semua. Thanks for bring us together, Ma'am. hahaha

Ollyn, WaPJ satu yang cantik sekaligus ganteng. Si pemain bass yang cool, yang membawa musik dari playlist-nya sehingga menemani saat2 kerja PERLAP di lapangan. Orang yang "membantu" dan "memfasilitasi" team dalam menemukan lagu team. Mulai dari aliran musik metal hingga dangdut, hahai. Bahkan sampai membawa kami bergoyang dalam lagu Jatuh Bangun bung Maggy yang sudah diaransemen ulang oleh Tiket.

Akbar, WaPJ dua yang juga satu2nya staf ahli PERLAP di dalam team :). Membuat team hidup dengan becandaannya, ngecenginnya, nyolotnya, tingkah konyol, dan juga nyanyiannya yang selalu terdengar dari mulutnya selama menjalankan tugas "menutup" jendela untuk menggelapkan ruangan. "Cinta Jangan Kau Pergi", bahkan hingga dapat menciptakan gaya bernyanyi baru dengan memadukan antara Afgan dan Vidi Aldiano sehingga menjadi sebuah mahakarya yang luar biasa: Cinta jangan kau pergi gaya encok :))
Istilah kesukaan si bocah satu ini adalah kalimat, "Di hatimuuuuuuuuuuu....hahaha"

Naufal, si ganteng yang menjadi spesialisasi trasportasi dan juga untuk menjangkau tempat-tempat yang tinggi saat penutupan lubang2 cahaya. Cowok yang sepertinya pendiam tapi sebenarnya kalo sudah dipancing sedikit dengan guyonan dari yang lain dapat dengan mudah mengeluarkan kata yang singkat, padat, namun menusuk dan menohok dengan sukses. Naufal yang punggungnya pegal-pegal dan mungkin encok karena terlalu sering menggapai-gapai ventilasi (mau ga mau, sebagai orang tertinggi di team) *Siapa bilang jadi tinggi selalu enak. hehehe
Naufal yang kakinya sempat sakit setelah yell guys dan menyangka obat roll oles yang ditawarkan Dini sebagai parfum.
Get well soon ganteng....:)


Melica, Si cantik angkatan 2009, satu2nya team PERLAP yang mendaftarkan dirinya melalui OPREC.*dan dengan senang hati, catat.
Hal yang cukup mengejutkan mengingat bidang ini tidak terlalu diminati pada umumnya. For god's sake, we work behind the scene. Berapa banyak orang sih yang memilih untuk bekerja di belakang layar padahal dia memiliki kesempatan untuk tampil di depan?
Melica yang dengan keahliannya dengan selotip2, si pendiam yang sangat berkomitmen pada tugasnya, sosok yang peduli pada PERLAP (pada umumnya, tidak hanya di Kamaba)*yaolo, bahasa saya hehe
Melica yang bahkan sampai jatuh sakit dan masih saja hampir memaksa tetap datang ke kampus. *untung tidak jadi
We proud to have you with us, Mel. Get well soon yaaaaa :)

Yufa, si jilbab pendiam dari angkatan 2009 yang baik hati dan juga bersedia meluangkan waktunya untuk PERLAP. Bersedia direpotkan dengan segala urusan, wara-wiri ke sana kemari, bahkan hingga malam hari dan pekerjaan PERLAP kelar.*maaf, kalo agak ninggal-ninggal.
Sosok yang juga bersabar dengan kelakuan-kelakuan absurd senior-seniornya, melihat tingkah-tingkah aneh anggota PERLAP yang lain.
We are so helpful to have you here. Semoga kita bisa menjadi team yang semakin kompak yaaa :)


Saya, yang mungkin tidak terlalu banyak membantu serta tidak punya spesialisasi tertentu, sering ngerecokin mereka dengan nyanyian "ajaib" saya yang biasanya lalu disambung dengan nyanyian lain, termasuk jatuh bangunnya Ollyn dan Cinta Jangan kau Pergi-nya Akbar.

Sekedar untuk mengenang kembali, berikut Snap shot becandaan di perlap:
-Ngecengin akbar yang lagi getol telponin si gebetan. hahai....Bahkan sampai "mengancam" untuk melaporkannya pada si kecengan pada setiap peristiwa yang terjadi.
-Bernyanyi tiada henti selama proses penutupan lubang-lubang cahaya.
-Ceng-cengan "pendek" yang cukup memakan korban. Mulai dari Ibu PJ, saya sendiri, sampai lagi-lagi akbar pun kena. Dia malah mendapat cengan dari junior di bidang lain (Acara) karena duluan ngatain di junior pendek.
Begini katanya, Akbar: Kenapa harus ditumpuk si kursinya? J: ga kelihatan kalo nggak.
Akbar: Pendek sih. Makanya, minum susu yang banyak. J: Emang kakak tinggi? -----ngakak massal semuanya seketika :))
-Naufal yang sepertinya tidak pernah suka bila melihat saya senang dan riang. Selalu saja ngatain supaya ketawa saya santai aja. hahaha
-Kaca yang akhirnya menimbulkan istilah baru -bercermin ~ nyermin -- yang kemudian diplesetkan menjadi nyeremin. Inspirasi dari permintaan seseorang untuk ngaca dulu, tapi berhubung semua kaca telah ditutup di ruangan itu dan sebagai gantinya adanya Cermin maka jadinya nyermin, bukan ngaca.
-Naufal yang nge-skip salah satu lubang ventilasi dan menjadi pertanyaan dari masing-masing orang secara bergantian setiap kali.
-Dan....belom afdol rasanya kalo ceng-cengan yang ada belum melibatkan laura. banyak sekali tawa yang tercipta gara-gara "objek" yang satu ini. Mulai dari kalo ngecengin dia dapat pahala lah, dia itu punyanya GPS ke neraka lah, bahkan sampai ada frasa baru Lora-nya t**.
-Istilah kami yang "gila" karena berada di PERLAP. Justru karena kegilaan / abnormal kami. Yah, kalo kami normal kami sudah masuk jadi mentor ato medis paling tidak. hahaha
-Larinya Akbar dan Naufal yang mempercepat diri saat mengambil konsumsi karena "dikejar" Dini yang terinspirasi oleh adegan Said (salah satu komandan Komdis) yang menjejeri langkah Maba 2010 yang berjalan lambat dengan mengatakan "Saya bisa lebih cepat, Dik!"























































Yup yup yup....they are bring all the laugh together. Thanks for the wonderful time, guys. Masi ada waktu "tugas" sebulan lagi nih. Prosesi di depan menanti. Dan berhubung roman-romannya akan ada tambahan 2 anggota kehormatan,
So......
Team building yuuuk.....! :D

xoxo, with love

Selasa, 06 Juli 2010

renungan malam (friendship)

Saya mendadak terinspirasi dan tergugah gara-gara pertanyaan yang tiba-tiba diajukan oleh teman saya di suatu malam sepi, kira2 seminggu yang lalu (kalo sekarang sih hitungannya udah jadi seminggu yang lalu berbulan-bulan sebelumnya, hehe). Pertanyaannya menggelitik saya untuk berpikir dan merenungkannya cukup lama.

"Kenapa ya, orang itu gampang cari musuh daripada dapet temen?"

Terdiamlah saya sejenak begitu pertanyaan itu terlontar......Dan pikiran saya pun melayang, teringat beberapa peristiwa yang ada dalam kehidupan saya. Hmmm...iya ya. Memang kita tuh gampang banget cari musuh tapi susah banget dapetin temen. Like one in a million lah ibaratnya...(deuuuuh) Saat itu, jawaban yang spontan saya lontarkan justru membuat saya gantian merenung dan termenung. Jawaban yang saya lontarkan sebenarnya sederhana. Saya kutip lagi jawaban saya waktu itu,

" Ya iyalah, Ki. Seribu kebaikan kita baru akan membuat kita diingat sebagai orang yang baik oleh orang lain hingga pantas mendapat predikat teman. Nah, padahal kebaikan itu dengan mudahnya dapat dihapuskan oleh satu kesalahan. Orang gampang melabel orang lain musuh karena satu kesalahan aja."


Nah, tulisan kali ini sebenarnya tak lebih sekedar untuk merenungi kembali dan merefleksikan pemaknaan dari obrolan tersebut di atas (walau sudah terjadi di waktu yang cukup lama). Ironis banget ga sih, satu kesalahan yang menghapuskan seribu kebaikan. Ironis lagi karena betapa susahnya kita untuk dapat diingat sebagai orang baik (seribu perbuatan baik) sedangkan dengan mudahnya kita dianggap sebagai orang yang tidak layak dianggap sebagai teman hanya karena satu kesalahan saja. Bayangkan, satu kesalahan saja. Kita akan diingat orang karena seribu kebaikan kita. Itu yang menjadikan banyak orang berteman baik. Sementara, nama baik kita bisa jadi jelek hanya karena satu kesalahan saja. Ibarat kata peribahasa, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Agak lebay sih, tapi pada kenyataannya memang ada saja yang demikian. Nah, dapetin teman baik itu susah banget lho. Makanya kita harus bisa pintar2 maintain pertemanan kita itu agar tetap dapat berjalan harmonis dan kalopun ada konflik ga akan berkepanjangan dan membuat rusaknya ikatan persahabatan itu. Dan, itu sama susahnya kayak ngebuat pertemanan yang baru. Teman itu kan tempat buat berbagi suka dan duka, tempat kita menumpahkan isi hati dan berkaca kembali merenungkan segala yang terjadi. Maka, yang seharusnya kita ingat saat kita sudah mendapatkan teman yang baik, teman yang klop, teman yang bisa mengerti kita, nyambung dengan segala macam jalan pikiran kita-bahkan yang aneh sekalipun....which is susah sekali ditemukan orang-orang seperti itu di dunia ini...hal yang harus kita lakukan adalah menjaga baik2 pertemanan kita itu. Kalo ada yang kurang srek satu dua hal dari si teman ini, ya wajarlah. Namanya juga manusia, toh ga ada yang sempurna. Dia aja bisa dan mau menerima keadaan kita yang seperti apapun itu dengan apa adanya, kenapa kita tidak? Kalo dalam psikologi, kita harus dapat menerapkan yang namanya
UNCONDITIONAL POSITIVE REGARDS
dalam hal ini. Yaitu penerimaan apa adanya atas diri seseorang, di mana kita mau menjadi temannya (dalam hal ini), bukan karena hartanya, parasnya, jabatannya, keuntungan buat kita, intinya hal-hal yang baik saja melainkan harus menerima orang lain seutuhnya-sampai kekurangan yang dimiliki.

Dengan demikian, kita menghargai posisinya sebagai individu yang unik, yang jelas berbeda dari individu yang lain, yang mempunyai ciri khas-nya sendiri. Susah sih memang. Tapi you'll never know until you've tried, right? And also remember it is never too late to learn. So, better we learning it by doing it. Remember, practical is important. Once we try , then we'll know what we can do for the next round on our friendship circle.

Just Try, Learn, and Enjoy!



xoxo, with love


Jumat, 18 Juni 2010

have a great life ahead!


Happy Birthday friends....
Hope you're dreams come true and get everything best in your life
Best wishes :)


xoxo, with love

Kamis, 10 Juni 2010

Birthday Regret :(


Bulan ini, lagi-lagi saya terpaksa harus menelan kekecewaan dan menimpakan pada diri saya sendiri karena (mungkin) setelah sekian lama, saya (lagi2, yah mungkin untuk yang kesekian kali) melupakan hari penting dalam kehidupan teman saya. The day that symbolized the present of her in the world, hari yang menunjukkan eksistensi dia, hari di mana dia untuk pertama kalinya menjadi individu yang "mandiri" secara ragawi karena telah terpisah dari "saudara"nya selama di kandungan. Hari yang bila hari itu dia tidak terlahir di dunia, bila saat fertilisasi yang terjadi sperma yang mengandung sari dirinya tidak memenangkan pertempuran untuk memperebutkan kesempatan memperoleh eksistensinya di dunia, maka untuk saat yang lampau, kini, dan seterusnya saya tidak akan dapat mengenal, berteman, bersahabat, berbagi cerita, dan mengetahui kehebatannya.

3 Juni 2010, hari yang telah saya lupakan sejenak sebagai hari yang spesial baginya. Lupa sama sekali sebenarnya tidak, toh sebenarnya sebelum hari itu datang pun saya teringat bahwa hari itu di awal Juni ada salah satu sahabat saya yang akan merayakan hari bahagianya. Pada hari H-pun, dibilang benar2 lupa pun tidak juga. Toh saya sempat sekilas membuka account facebook saya dan mengintip untuk sekedar memastikan. Benar2 melupakan setelahnya pun sebenarnya tidak juga karena saat malamnya pun saya masih teringat bahwa saya masih punya "hutang" janji pada diri saya sendiri untuk mengucapkan selamat yang walaupun tidak spesial tapi paling tidak menunjukkan bahwa saya masih ada untuk dia. walopun (mungkin) tidak cukup care untuk mengucapkan selamat pada malam pergantian tanggalnya pada jam 12 teng. Tapi malam itu (lagi2) saya harus menelan kekecewaan karena belum sempat mengucapkan selamat padanya.

Hari pun berganti, sehari dua hari saya belum juga bisa menjangkau (sekadar) account dia untuk mengucapkan selamat. Wara-wiri kampus, memang tetap jadi rutinitas tapi toh tidak sesibuk saat hari-hari kuliah biasanya juga. Saat hari semakin jauh dari tanggal lahirnya, saya semakin ragu untuk mengucapkan selamat. Hellooo, ini udah berapa hari berjalan ya...! Kemana aja lo selama ini? Begitu yang ada dalam benak saya, setengah meneriaki diri saya sendiri. Akan kebodohannya, kemalasannya, kesenangannya menunda melakukan sesuatu, keragu-raguannya mengambil tindakan, dan segudang ke-an nya yang lain. Akhirnya, saya putuskan. Now or never! Daripada semakin terlambat nantinya, walaupun banyak orang bilang "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali". Hey hey hey...tapi tetap saja keterlambatan saya kali ini sudah keterlaluan. Mau ditambah berapa hari lagi keterlambatan yang keterlaluan ini? Batin saya. Sehari, seminggu, atau malah sebulan???

Dan, pada akhirnya beberapa hari yang lalu saya ucapkan pula "Happy Birthday" itu padanya. Beriring dengan segenap doa yang (menurut saya) masih ala kadarnya dan standard-standard saja. Maafkan temanmu ini ya...:(


Hope you'll like it, Fella
xoxo, with love

Jumat, 07 Mei 2010

Enjoy the Silence

We talk

We laugh

We share dream


We mutter

We do nothing


then

We have a silence


For me, it doesn't matter how we communicate each other

Because after all we've been through,

We doesn't have anything more understanding us better,


nothing but the silence (maybe)


which doesn't seem so bad


Silence is just as great as many communicate way we have had

Sometimes, we just need silence to speak more what we mean one another

coz sometimes it just talks so much


And in the end of this story i'm telling you

When silence is just amazing

We don't even need to speak out loud


and when it comes...


what we should do is just enjoy the silence


Minggu, 02 Mei 2010

Rindu pantai


Cloud
It's not rain yet
after all the time
the sun
shine brightly
the sands
seashore...
the wind and the tree

Saat kemilau ombak membuncah di atas pasir serta kilatan kibar bendera kapal nelayan
dibumbui semerbak harum masakan,
wangi memori bersama mereka.
Ahhhh,,,,i reallly miss those things. Badly :(

Hampir setahun semenjak perjalanan kami yang menyenangkan berlalu. Hampir setahun kenangan itu ada dalam benak kami. Entah bagi yang lain, tapi bagiku kenangan itu membekas dengan sangat ciamik hingga akhirnya menjadi unexplainable.
We do have nice time, wonderful journey, with all the fun and also laugh....We share the jokes all the way....hampir setahun kemarin.
Saat itu kami bertanya-tanya, akankah kami dapat menikmati perjalanan menyenangkan yang serupa tetapi mungkin tak sama saat liburan panjang berikutnya datang. Paling tidak seperti perjalanan setahun kemaren yang kami namai Journey from fall to coast. Kami bahkan sempat memikirkan kemungkinan objek tujuan yang hendak kami datangi untuk kesempatan mendatang. Saya sendiri berekspektasi bahwa next journey will be more fun karena kami akan rencanakan jauh-jauh hari.
Proyek perjalanan kami setahun kemaren yang serba mendadak saja berhasil dengan baik sekaligus menyenangkan apalagi yang akan kita rencanakan dengan matang sebelumnya. Itu pikiran dan idealisme dalam diri saya yang mendominasi saat itu, bahkan (masih) sampai saat ini. Mungkin.
Hanya saja, lagi-lagi yang saya takutkan adalah mengenai kendala penyesuaian waktu.

until now, i still try to figure out. Can we make those kind of journey again, someday??? Or
will we??


Minggu, 14 Maret 2010

thanks, in the name of........

Ketika badai datang menerpa, ga selamanya kita ngelihat sisi suram dan ketidakbahagiaan. Terkadang, dengan adanya badai itu kita bisa melihat apa yang justru selama ini ga terlihat oleh kita karena ga kita sadari....Mungkin karena sinar matahari yang terlalu terik bersinar, karena awan yang menutupinya, atau mungkin juga karena we just don't care at all. Termasuk dalam hal pertemanan.

Pernah ga sih, kamu ngerasa beruntung banget karena banyak teman yang perhatiaaaan bangeeeet sama kamu? Bersyukur karena di saat adanya ketidakberuntungan kamu masih bisa-bisanya bersyukur dan tidak henti-hentinya diberi nikmat oleh Allah SWT karena punya teman-teman yang sangaat baik sama kamu. Dan hal ini justru baru bisa kamu lihat, rasakan, dan sadari saat kamu terpuruk, terkena terpaan masalah, terombang-ambing di tengah dahsyatnya badai bernama kehidupan *duileeeee.....
Dan di saat itu juga, kamu sekaligus bisa ngelihat betapa besarnya kasih sayang Allah SWT padamu. Sayang, saya baru menyadarinya justru setelah badai itu menghampiri. Mungkin saja terbilang terlambat, tapi sekarang aku semakin yakin bahwa dalam setiap peristiwa yang terjadi pasti ada sebuah hikmah yang dapat dipetik.
Dan Allah pasti mempunyai sebuah rencana untuk kita. Bukan seperti apa yang kita inginkan, melainkan seperti apa yang kita butuhkan......:)



thanks for all the laughter

thanks for the crying

thanks for the brilliant idea

thanks for your amazing jokes

thanks for your great suggestion


thanks for all the joy we share


thanks for all the journey we have

thanks for the story we told to the world


thanks for all the memories we've been through

thanks for not asking when I don't mean it


thanks for showing me how to smile after the wind and hurricane come


thanks for curing my pain


thanks for making me feel comfortable


thanks for listening me


thanks for being such a nice friends


thanks for allowing me show the real me, even the worst side of me


thanks for allowing me see another side of you


thanks for not letting me down

thanks for not letting go of me


and finally......


thanks for your friendship to me :)



Friends.....
you're all that i have and you're all that i need.
Please...stay with me and let our friendship spring and last forever


xoxo with love .........<3 <3 <3

Pages

Paling sering dibaca