every pieces has it own story

Tampilkan postingan dengan label life journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life journey. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

Incompleteness

     Sesuatu yang terlihat terlalu sempurna justru membuatnya menjadi tidak sempurna. Dibandingkan menginginkannya menjadi sempurna, lebih baik menerima segala kelebihan dan kekurangan dengan lapang dada. Memperbaiki diri tentu boleh, hanya saja bukan dengan tujuan utama menjadi sempurna karena seyogyanya kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Tuhan Segala Semesta.

     Terlihat sempurna, dipuja, dan didamba justru membuatmu terlena dan membuatmu sibuk berpura-pura. Karena apa? Karena dalam hatimu pun kamu menyadari ketidaksempurnaan yang kamu miliki. Jadi, alih-alih mencari orang yang melihatmu tanpa cela…saya sendiri lebih memilih sosok yang melihat diri saya lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangan. Melihat keduanya sebagai satu paket, satu yang teratribusi pada diri saya. Seseorang yang menerima saya karena incompleteness saya, completely…
“You don’t love someone because they’re perfect, you love them in spite of the fact that they’re not.”
Di mata saya….
“Bunga mawar memang indah, tapi di balik keindahannya itu tidak berarti ia tidak berbahaya. Mawar yang paling indah mungkin justru memiliki duri yang paling tajam."

So, beware with perfection. Or when it seems perfect to you.
Well… It just my opinion, though.

-end of discussion-

NB : Postingan ini juga bisa dilihat di tumblr saya : cheezlalala.tumblr.com

Minggu, 29 Juli 2012

Akhirnya sarjana :D

     Saya masih ingat rasanya bulan April 4 tahun yang lalu ketika saya masih antara percaya-tidak percaya dengan berita diterimanya saya di Psikologi UI melalui jalur PPKB. Begitupun saat kira-kira sebulan kemudian saya mulai disibukkan dengan perkara daftar ulang (lamanya menunggu di balairung hingga pengurusan asrama yang dioper sana-sini) hingga dimulainya matrikulasi di bulan Juni-Juli. Saya masih ingat gimana rasanya kangen rumahnya saat itu, belum betahnya saya dengan lingkungan yang baru, dan juga proses mengenal teman-teman yang baru. Rasanya baru saja kemarin, menjalani masa orientasi kampus maupun Kamaba Fakultas. Membayangkan tahun-tahun ke depan yang akan dijalani sebagai mahasiswa di kampus ini, masih bertanya-tanya seperti apa jadinya saya ketika belajar jauh dari rumah. Ya...rasanya baru kemarin.
        Rasanya baru kemarin saya mulai belajar mengenal 'tradisi' di Psikologi UI, mulai sedikit demi sedikit mengenal senior dan teman-teman satu angkatan. Mulai bergerak keluar dari zona nyaman saya yang paling awal : diri saya sendiri. Yap, diri saya sendiri yang tidak pernah terlalu suka berada di keramaian, menjadi pusat perhatian, berbicara di depan umum, bahkan ikut organisasi ataupun kepanitiaan saat SMA. Perlahan-lahan saya belajar dan mulai menikmati dinamika di kampus saya itu dan keberadaan saya di dalamnya. Tak terasa, semester demi semester pun terlewati. Mulai dari semester 1 yang masih hanya terdiri dari 17 sks, semester 2 dimana saya mulai mengenal AAJ dan terlibat dalam organisasi untuk pertama kalinya (saat itu saya jadi staf PSDM AAJ), semester 3 masih dengan AAJ dan belajar bareng di asrama juga mulai ikut kepanitiaan-kepanitiaan lainnya, semester 4 dan semester 5 dengan keterlibatan saya di BEM untuk pertama kalinya (staf Pendidikan dan Keilmuan juga masih dengan kepanitian yang lain) serta PJ PSDM AAJ, semester 6 masih dengan BEM (Kadept Pendidikan dan Keilmuan yang penuh liku-liku sebelum dan sesudahnya) dan mata kuliah yang dianggap paling super di Psikologi : KAUP (Konstruksi Alat Ukur Psikologi beserta komprenya), serta semester 7 dengan kegalauan skripsi dan mata kuliah yang tidak kalah ciamik seperti kualitatif dan pelatihan II (lagi-lagi dengan kompre). Dan last but not least semester 8 yang memang sedianya saya dedikasikan 100% untuk pengerjaan skripsi yang telah dicicil sejak semester 7. 
     Kalau dipikir-pikir, sebenarnya cukup panjang ya perjalanan yang saya tempuh hingga sampai pada titik semester 8 itu sendiri. Apalagi pada titik saya yang sekarang. Apa yang saya dapat di Psikologi lebih dari sekadar pengalaman akademik, melainkan juga interpersonal dan keorganisasian. Kalau ditanya, bukan hanya satu atau dua momen yang berkesan yang telah saya lewati di Psikologi. Lengkap dengan suka maupun duka, mulai dari pengisian IRS-rebutan kelas, batal janjian, merasa ditinggalkan, senang dapat kelompok dengan teman-teman yang memang sudah janjian,dll. Itu baru satu perkara SIAK-IRS. Yang lain: BEM, AAJ, pertemanan, percintaan, pengembangan diri...semuanya ada dengan porsinya masing-masing. Sampai titik ini saya bersyukur bahwa sistem di psikologi UI telah mempersiapkan kami sedemikian rupa. 
     Semester 8, semester penuh perjuangan untuk Mr. Skripsi. Hingga pada bulan Mei, alhamdulillah perjalanan itu akhirnya dapat selesai. Skripsi saya mulai mendekati bentuk akhir dan saya pun dapat bersiap sidang. Kalau ditanya gimana perjalanan saya menuju sidang sarjana, secara singkat : 

bersama teman-teman 2008 yang lain setelah selesai pengumpulan berkas kelengkapan sidang

Me with Cempaka : lovely skripsi partner. 
Kiri: after thesis defense, Kanan : setelah penyerahan berkas kelengkapan sidang

Akhirnya S.Psi :)
Selesai sidang Skripsi @29 Mei 2012

Atas : selesai sidang Cemp @29 Mei 2012 siang
Bawah : selesai sidang with Putu & Galih 2010 :)

That was it, my journey until now. Sekarang sih saya sendiri sedang menunggu waktu wisuda dan bahkan tanggal yudisium yang tidak kunjung ada kabarnya. Yang jelas, meskipun satu langkah awal ini sudah accomplished masih ada langkah-langkah selanjutnya yang harus dilalui, bigger than this. And I better be ready for that.


xoxo with love,
      

Senin, 07 November 2011

the weirdest question is

Pernahkah kamu mengalami ujian yang pilihan soalnya nyaris atau bahkan hampir sama untuk setiap pilihan jawabannya? Hanya merubah kata awalnya saja, bahkan. Saya pernah, baru saja saya alami pas UTS di semester 7 ini malah. Entahlah itu menjadikannya sebagai soal ber-distractor power paling bagus atau malah sebaliknya. Saya hanya bisa menebaknya hingga kini.
Soal yang ajaib itu muncul pada salah satu mata kuliah yang lucunya sekarang bikin mulut saya tertarik ke atas setiap kali dengar nama mata kuliah itu disebut karena beberapa peristiwa aneh bin ajaib yang menyertainya.
Begini bunyi soalnya, kurang lebih kalo tidak salah : "Interview dalam konseling merupakan hal yang...."
Dengan pilihan jawaban (a) terkadang perlu , (b) barangkali perlu, (c) mungkin perlu, (d) mutlak perlu.

Nah loh nah loh, apa reaksi kamu kalo dihadapkan pada soal dan pilihan jawaban yang seperti itu? Bingung? Reaksi saya adalah senyum nyengir pas pertama kali baca, tapi kemudian kembali membacanya lagi. Ini soal punya kans untuk menjebak orang-orang banget sih, tapi kok jadi lucu yaaa :D

Kalo soal di atas ajaib karena permainan bongkar pasang kata awal pada pilihan jawaban, lain lagi pada soal pilihan ganda lain di mata kuliah yang lain. Yang satu ini bener-bener nguji kognitif dan membuat kami harus memutar otak dan bermain dengan kognitif kami dalam waktu yang lumayan lama untuk menyelesaikannya. Namun, kalo ditanya sampai sekarang pun, saya nggak yakin apa jawaban yang saya berikan benar adanya karena setelah diartikan menurut saya pun pilihan jawabannya bisa lebih dari satu. Nah loh??
Begini nih soal yang bikin mumet kognitif anak-anak mahasiswa semester 7 (less or more) :
"Berikut ini bukan merupakan alasan untuk tidak menghentikan konseling adalah...."

Hwoooh...kebayang ga sih, bingungnya muka anak-anak pas ngadepin soal yang satu ini.Bahkan saya menyerah untuk membacanya lagi pada saat saya melakukan koreksi untuk yang ketiga kalinya karena takut iman saya akan tergoda untuk mengganti jawaban semula ke jawaban yang juga belum tentu keabsahan benarnya.
Ini cerita absurd soal ujian saya, gimana kamu? :)

Sabtu, 05 November 2011

Ketika perjalanan itu disudahkan

Saat hidup menjadi persinggahan sementara, itu yang saya pikirkan ketika saya merenungkan berita yang saya dengar pagi tadi.
Tanpa dinyana, berita duka itu bergulir lewat pesan singkat dari handphone ke handphone. Kabar pertama yang saya dengar dari Hesti, saat mata saya masih sayu. Mengantuk. Setengah tidak percaya, saya ulangi lagi. Masih juga saya tepekur, saya resapi. Namanya memang nama teman satu angkatan saya, domisilinya pun sesuai kabar terakhir yang saya dengar. Masih tak percaya, tapi tetap saya forward sms itu. Berharap akan ada kabar yang mengonfirmasi ulang sms itu begitu saya kirim ke orang yang lain. Tak lama kemudian, mulai berdatangan kabar yang sama walau dalam redaksi kata yang tak persis sama.
Dan tak lama, status-status pun silih berganti menyatakan ungkapan turut berduka. Tak cuma di status, grup angkatan bahkan grup Muda Ganesha, Alumni SMA 1 berkomunikasi. Sampai saat itu saya masih bingung, linglung. Hingga belum juga bereaksi pada segala macam ucapan-ucapan ini, hanya sekali-dua kali meng-klik like pada status-status senada yang saya temui.

Ya Allah, nyatakah berita ini? Ya Allah, begitu cepat kau panggil hamba-Mu yang bahkan masih semuda itu, umurnya pun masih tak jauh berbeda dengan saya. Secepat itukah, ya Allah? Secepat itu mungkin batas kami menggoreskan jejak, kenangan, dan pencapaian di dunia ini. Secepat itu kau sudahkan perjalanannya. Semuda itu, bahkan ia belum sampai pada persinggahan cita-citanya, (tinggal) kurang dari satu tahun lagi seharusnya. Bahkan ia belum sempat mengecap kehidupan selepas perkuliahan, mengejar mimpi-mimpi, dan juga harapan yang belum tercapai. Ya Allah, secepat itu?
Bulan Ramadhan yang lalu padahal kami masih berjumpa, walau (mungkin) tak sempat terlalu bertegur sapa. Tapi masih ada teman saya itu di antara ratusan senyum anak-anak yang lain. Yang dengan sumringah bahkan foto angkatan, yang dengan sumringah foto per kelas masing-masing, yang tidak menyangka (ternyata) untuk terakhir kalinya dengan dirinya.
Kalau ditanya, apa saya se-shock itu? Mungkin iya, atau mungkin juga tidak? Jika dilihat dari kedekatan, memang saya tidak dapat dikatakan sangat dekat. Namun, tidak juga bisa dikatakan tidak dekat. Saya kenal dari SMP hingga berlanjut SMA, walau tidak dekat.
Dia sosok yang baik, berbakat, kalo kata saya dulu pas awal tahu dia yang pertama saya ingat kalo lihat dia pas SMP adalah "Ini nih orang yang jago banget gambar.Juara Porseni semasa SD."
Saat SMA pun, dia sempat beberapa kali mengalami kecelakaan. Mulai dari tangan yang cedera, kaki, hingga sempat di-gips. Mengutip ucapan teman saya, saat itu ia dibilang punya 9 nyawa seperti kucing. Saking tahan banting-nya dia. Yang walaupun habis kecelakaan dan kena perban atau gips masih aja bisa senyam-senyum. Cengengesan. Ternyata, kini itu semua tinggal kenangan, sosok itu telah tiada.
Ini pertama kalinya bagi saya, mengalami kehilangan teman seangkatan. Yang bagi saya membuat tersadar. Hidup kita begitu singkat, tidak ada yang tahu kecuali Sang Penguasa Takdir akan batas umur kita untuk akhirnya jadi
expired. Kita tidak tahu akankah esok kita masih mendapat kesempatan untuk menghirup nafas kehidupan, mengukir jejak langkah, menorehkan prestasi, berguna bagi sesama. Entah, apakah esok masih ada. Atau setahun dua tahun, berapa lagi sisa waktu kita? Sudah cukupkah tabungan amal kebaikan kita? Sudah cukupkah bekal kita untuk menghadap-Nya?
Sekali lagi saya terpekur, sangat jauh saya dari bayangan itu pada awalnya. Hingga kini dan rasa syukur itu menyusup di tengah perasaan duka ini. Rasa syukur karena hingga kini saya masih mendapat kesempatan untuk hidup, masih diberi umur untuk diisi dengan hal-hal bermanfaat (semoga).
Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang sering khilaf, yang masih belum tersadar, yang masih belum total dalam menjalankan ibadah kepada-Mu ini. Ampuni kami, Ya Allah dan tunjukilah kami jalan yang Engkau ridhoi.
Teruntuk kawan kami, kami mohon berikan tempat terbaik baginya di sisi-Mu.

Selamat jalan Aldani Zaafaron. Selamat jalan kawan, doa kami menyertaimu. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amiiiin....Rest in Peace, Acong...

Kamis, 06 Oktober 2011

This day, the other emotional day

Sudah tahu lah ya, kalau minggu ini lagi ada event kompetisi ilmiah yang lagi happening di UI. Dan ini jadi salah satu ajang kompetisi keilmuan untuk masing-masing fakultas.
Yah, cerita saya minggu-minggu ini tampaknya tidak akan jauh-jauh dari situ. Sesuatu yang jadi concern saya dan beberapa teman saya serta banyak anak Psikologi lainnya.
Sesuatu yang kami perjuangkan bersama dan menjadi kebanggaan kami karena proses untuk sampai pada tahap ini pun cukup panjang dan tidaklah mudah.
Dan....

Kali ini lagi-lagi saya kecewa. Untuk kesekian kalinya minggu ini. Dan bersumber pada orang-orang yang sama.
The exact same person. Yes, again. As if it doesn't enough they ruin my mood, my emotion, my stamina (almost) this whole week.
Please, can you hold your own promises? Even just for once? Cause it seems to me that this is just stuff that comes easily from your mouth...perfectly...with no hesitation (when you talk about it).
It happen in the exact same day. In the morning you say "Yes, we can. Yes, we will do that". But, surprisingly in the evening you easily give me "No" word.
You say that you can't.

Padahal apa yang terjadi sudah kita amini bersama memang merupakan kesalahan panitia. Dan sudah kita sepakati jalan keluarnya, walau memang seperti yang sudah saya katakan di awal saat hal ini ditawarkan dan kesepakatan dibuat ada kemungkinan fakultas lain tidak setuju.
Saya pun juga menanyakan sikap dan kemungkinan reaksi kalian yang masih kalian sanggupi untuk memperjuangkannya. Tapi mana buktinya? Apa yang kami dapat? Justru tawaran negosiasi lain yang jauh berbeda dari kesepakatan awal. Why change? Why now? Are you afraid because incident in this evening?
Sudah cukup tertamparkah kali ini?

Jangan kalian kira karena kami fakultas kecil dan (mungkin) sebagian besar yang kalian lihat wara-wiri mengurus hal ini adalah kami para perempuan lantas kami juga akan diam tanpa berontak. Lalu kami hanya akan bilang "Iya". Is it what you think about us?
Heiyyaaa...kami ini perempuan kalau sudah marah juga bisa sangar lho. Kami pun punya back-up laki-laki yang siap maju membela fakultasnya yang teraniaya.
Jangan pikir kami masih akan bisa terus sabar dan kooperatif dengan kalian jika sikap kalian berubah-ubah begini.
Sampai pada titik tertentu jika kalian masih begini mungkin seperti yang Alim bilang, kami pun tidak akan bisa kooperatif lagi pada kalian.
Jangan kalian pikir karena kami masih bisa tersenyum kepada kalian lantas kami tidak memiliki unek-unek, kekesalan, kekecewaan tersendiri kepada kalian.
Lima hari di minggu ini dan juga satu-dua hal di hari lain sebelumnya sudah cukup mengakumulasi apa yang kami rasakan sekarang ini.
Bagi saya pribadi, ini tak ubahnya panitia tidak punya pendirian. Lagi-lagi tidak punya ketegasan. Tidak punya pegangan dan mudah goyah.
Sudah saya bilang di paginya juga kan, penetapan sanksi itu penting jika memang ada larangan dan aturan. Benar kan, baru dibahas paginya dan hal yang sama dipertanyakan oleh orang yang berbeda di sore harinya.
Kali ini di depan umum, di dalam forum. Tidak cukupkah itu jadi tamparan bagi panitia?
Secara keseluruhan, kami pun telah dirugikan tidak hanya satu melainkan pada beberapa bagian.
Capek?
Jelas iya. Ga cuma pikiran tapi juga hati.
Kecewa?
ga perlu ditanya.
Kesal?
Itu pasti.

gambar diambil dari sini

Memang ini pembelajaran buat kita bersama. Tapi pertanyaannya, apa anda juga mau belajar dari kesalahan anda dan menjadi lebih baik di hari berikutnya?
Well...let's see what will happen next.
Can't wait to see what comes next when the closing finally reveal.

Rabu, 05 Oktober 2011

All we need is

Honestly, we don't need just your sorry.
All we need is your act, your respond, and your consistency of what you hold from the beginning.
Yes, your sorry is acceptable and we do accept it. But, what do you do next? Please, re-thinking it!
All we need is not just your acknowledgment of how great we are or how awesome we are as a unity.
But the one we need is your appreciation not look it by your glasses of victory nor medals.
How good we are?
It somehow will change, because greatness comes with process.
And somebody with greatness sure do the right things and stands up for their words, their rules. When this rules really fair.
Then when the times is comes, we can proudly stands and say : "We are great by the process we through together : learning, misundertanding, negotiating, act, and sorry as a whole"


This week really hectic. Yes, it is. Cause not only there are some troubles on my internal campus stuff with one committe of 'you know what' and so do in external organization life.
There are some issues too.
This time is about discrimination and (also) unfairness.

Why we always be the last to know about the news from Lisuma Jakarta. And why this news doesn't comes from the chairman himself. Instead, it comes from our organization partner which is equal with us.
We don't mean to be so demanding, we also don't want to be so exclusive like maybe others see or think about us. In their perspective.
We just need to get the same treat as others.
All we need is fairness.
Just it.
Please treat us like you treat your junior from your almamater.
We don't need campus arogancy. Like you said, we don't need it in our organization.
If you think we don't care about it yesterday or some other old day then you think...
So, why bother now?
because we care about this, we wanna become professional who stands for our promises
and as one of a team, one organization under Lisuma Jakarta we demand comfortable surrounding which means same opportunity, same respect, and same acknowledgement.


This is really unhappy, unwelcome week of mine.
Although in one day i have great time with my friends and also my boyfriend.
And i get Sebastian from Timezone playing games but this stuff I mention earlier above is have bigger chance to ruin it completely and make this week become unpleasant week.
Please don't stay, just go and disappear.
And give a very good luck for our kontingen so we can give our best and make them believe that WE CAN!
And we ready to be the real CHAMPION


xoxo.
End of discussion

Selasa, 27 September 2011

Just saying

Postingan kali ini sebenarnya salah satu wujud entah kekecewaan-kekesalan saya juga sama salah satu penyelenggara acara di kampus. Hanya ingin menyuarakan seruan hati sebenarnya. Jadi yah para pembaca yang budiman...don't expect too much :)

Salah satu teman saya men-
tag nama saya di statusnya hari ini dan itu dipicu satu kejadian kurang menyenangkan di hari sebelumnya.
Thinks: "What's the point of holding a (supposed to be) democratic hearing if in the end you still don't want to change anything?"
*Still can't decide whether to join in or walk out of the competition. In the end, I think it's all because they don't tell us about that before the registration. What do you, think?
Hal itu sebenarnya yang menggelitik saya untuk menuliskan jawaban saya (selain di status teman saya itu) juga di blog saya ini. Kejadian di hari kemarin menurut saya cukup disayangkan. Kejadian itu (bagi saya pribadi) mengindikasikan bahwa pada kenyataannya satu pihak ini kurang bisa memahami apa yang menjadi sudut pandang dari pihak lain. Mungkin mereka kurang paham seyogyanya pihak penyelenggara merupakan fasilitator yang juga perlu memperhatikan kepentingan lain dari peserta, juga hak peserta. Saya pribadi mengamini bahwa seharusnya bila memang ada perubahan terkait teknis penyelenggaraan atau peraturan semacam itu diberitahukan di awal karena ekspektasi/patokan kita (para peserta) adalah penyelenggaraan tahun sebelumnya. Mungkin akan jadi berbeda kalau peraturan ini sudah di-launch dari tahun-tahun terdahulu atau sebelum registrasi dimulai, misalnya.
Apalagi diperbandingkan dengan kompetisi lain. Kompetisi-kompetisi lain pada umumnya secara
fair telah memberitahukan aturan main di awal sebelum peserta melakukan registrasi. Saat akhirnya peraturan itu disampaikan di akhir, salahkah kalau peserta-peserta teriak-berontak?
Memang benar, panitia punya 'kuasa' atas kompetisinya. Memang benar, 'seharusnya' peserta ikut aturan main panitia. Tapi jika dan hanya jika penyelenggara juga
fair sama pesertanya. Kalau penyelenggara hanya satu arah saja tanpa melihat kepentingan peserta, salahkah kalau peserta menjadi marah? Hmmm...tanya kenapa??? :D

gambar diambil dari sini

Sabtu, 27 Agustus 2011

kecewa itu...

Kecewa itu bisa terwujud ke dalam berbagai hal. Bisa terjalin dari berbagai rajut peristiwa. Kecewa itu bisa bermacam makna bagi orang-per orang.
Tapi bagi saya saat ini, kecewa itu teramu sedemikian rupa.

Kecewa itu, saat janji yang sudah terlontar, teramini, dan tersepakati justru tak terealisasi. Bukan karena tidak bisa sama sekali tapi justru karena tidak ingin memperjuangkannya lagi
Kecewa itu, ketika kedekatan yang selama ini dirasa sudah terjalin sepertinya hanya berjalan satu arah tanpa timbal balik dari arah sebaliknya
Kecewa itu, saat hubungan yang selama ini dirasa terjalin baik ternyata bukan jaminan kekompakan
Kecewa itu, ketika bergantung pada kesepakatan awal yang ditentukan tapi malah akhirnya hanya satu pihak yang memutuskan
Kecewa itu, ketika memang ada hal yang tidak 'srek' tetapi justru disembunyikan dan bukannya dibicarakan selesaikan
Kecewa itu, ketika waktu semakin sempit dan tidak ada kabar yang menentramkan
Kecewa itu, saat hanya ada segelintir orang yang tahu tapi kita sendiri menjadi terakhir bahkan hampir menjadi orang yang tidak tahu
Kecewa itu, saat aku tak tahu lagi apa arti kita selama ini bagi kamu atau dirinya

Kamis, 25 Agustus 2011

Birthday to remember


24 Agustus 2011,
Ulang tahun kali ini, sama seperti tahun kemarin ada dua orang yang sama dalam urutan membuka dan menutup hari istimewa dalam hidup saya.
Orang pertama yang membuka, mengawali, menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat atas pertambahan usia menjadi 21 tahun di tahun ini *halah, tua ya saya :D*, tak lain dan tak bukan adalah saudara satu tanggal dan tahun lahir. Dan juga teman seperjuangan di Lisuma UI, siapa lagi kalo bukan si abang Dio. Orang yang sama-sama menjalani hari istimewanya, orang yang sama-sama mereguk kebahagiaan atas pertambahan usia.
Menjelang siang, semakin banyak ucapan berdatangan, mulai dari sms hingga ucapan via facebook mungkin pula twitter. Saya sangat jarang membuka twitter jadi i don't know for sure. *But now, i know it for sure. Banyak juga yang ngucapin di situ. Aaah.....bahkan si bracun dan juga baban
kasi ucapan. Ga nyangka mereka masih inget juga sama ulang tahun saya itu.
Doa dan ucapan tak henti-henti bergulir, bahkan hingga esok haripun masih ada yang menyempatkan diri mengirimkan doa-doa terbaik untuk saya. Dan saya sangat bersyukur karena banyak orang yang menyayangi saya, mau rela-rela menyempatkan mengirim ucapan selamat kepada saya. Bahkan orang-orang yang nomornya sempat hilang dari daftar kontak di handphone saya dan terpaksa dengan tidak enak saya tanyai dulu nomor siapa itu. Buat kak Nana, Laila, Nia, Sapto, Wulan (yang bahkan beberapa kali mengalami ini), kak Dechan, Galih, Ollyn, Rifa, dan temam-teman yang lain... Really-really am sorry :(
Ceritanya, sampai saat itu si bocah belum juga mengucapkan selamat. Jangankan selamat, sepatah kata atau secuil kabar via sms pun nihil darinya hari itu. Yah, bisa dibilang saya pun pasrah. Si bocah memang sedang bercabang pikirannya ke na-ni-nu-na-ni-nu. Paling banter juga lupa, begitu pikir saya. Walau sempat berharap, semoga polanya sama dengan yang dipakainya setahun yang lalu. Meski setahun yang lalu separo gagal karena sms-nya baru nyampe ke handphone saya pas sahur, jam 3 dini hari tanggal 25 Agustus 2010.
Betul saja, akhirnya pada pukul 11.45 pm handphone saya bergetar. Panggilan yang masuk ke handphone saya itu dari nomor abang, tapi saya sudah tebak itu dari si bocah.
Dan, benarlah tebakan saya itu. Modus yang sama dia lakukan kali ini. Menjadi orang terakhir yang menutup hari istimewa saya dan mengucapkan selamat bagi saya.
Salah sebenarnya dia menelpon malam itu karena saya lagi galau to the max. Jadilah saya sukses curhat sama si bocah. Ga ada salahnya sih, tapi jadi sedikit merusak suasana bahagia saya dan juga setting suasana si bocah tampaknya. haha *maaf ya boch :(

Bagaimanapun ada kata-kata yang saya suka dari si bocah. Per kata dan urutannya saya ga inget persis, tapi kira-kira begini kutipan kata-katanya :
"Selama 1 tahun ke belakang dan tahun-tahun ke depan, inget kalo kamu nggak sendirian. Kamu punya aku yang bakal nemenin kamu, ada di samping kamu. Saat kamu sedih juga senang. Kamu yang sabar-sabar ya sama aku, maaf udah sering bikin kamu kesel-ngambek sama aku. Walaupun gitu, selama hampir setahun banyak saat-saat yang kita lewati bersama. Saat masa itu datang, inget kalo selain berbagi kesal juga sedih, kita juga pernah tertawa bersama dan berbagi kebahagiaan bersama. Saat aku tersenyum ke kamu, aku tersenyum karena kamu, dan sebaliknya.
Happy birthday, semoga menjadi semakin dewasa dan nggak sering-sering labil-galau lagi.
Ayo jangan lupa introspeksi dan refleksi resolusi-resolusi setahun kemarin dan mulai pikirkan resolusi selanjutnya untuk setahun mendatang."

Dan, untungnya dia telpon malem itu. Untungnya saya curhat sama dia malem itu, minimal bikin saya merasa semakin plong. Sedikit demi sedikit, banyak pandangan yang udah saya kumpulkan terkait urusan yang satu ini. Yah, walaupun bener kata dia kalau saya mah tetep aja galau bin labil juga. haha
Thanks ya, udah bela-belain melek sampai jam 12, nemenin sampai nyaris ketiduran buat denger curhat yang panjang bin lebar. I owe you ...
Aaaah.....me really love you, dear *love*

Semoga semoga semoga...harapan dan doa kamu, keluarga, juga teman-teman yang lain buat aku terkabul ya. Kalo mengutip kata Wening, yoook bilang Amiiiin :D


Rabu, 24 Agustus 2011

note to myself #4


You are the one who should invent your life.
Plan it. Start it. Make it. Be responsible for it.


Selasa, 23 Agustus 2011

tanggung jawab masing-masing

Semakin menginjak semester-semester akhir, mulai terasa kegalauan-kegalauan yang diakui atau enggak semakin nyata bagi mahasiswa tingkat akhir. Sebenarnya, itu yang saya rasakan. Yup, setelah di akhir semester 6 disadarkan akan galaunya magang yang luar biasa dan segala hingar bingar-hiruk pikuknya. Disadari atau tidak, menjadi mahasiswa yang menjalani tahun-tahun terakhirnya menjadi sebuah kegalauan tersendiri.
Kalo dulu, selepas semester 6 masing-masing mahasiswa dihadapkan pada pilihan tempat magang yang juga menjadi tanggung jawab masing-masing. Mau magang dimana, di tempat yang seperti apa dengan lingkungannya yang bagaimana, menjadi mandiri untuk pertama kalinya. (Mungkin) juga sepersekian keluar dari zona nyaman masing-masing. Tentu banyak yang didapat, direfleksikan, dan akan menjadi bekal di semester-semester berikutnya individually.
Perkara magang ini saja sudah cukup bikin galau, bikin cenat-cenut dan dag dig dug. Padahal ini urusan yang mungkin masih bisa dilakukan secara berkelompok atau minimal dengan satu-dua orang dan belum sepenuhnya sendiri bagi mahasiswa yang masih ditempatkan secara berkelompok di suatu tempat.
Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan tanggung jawab masing-masing yang lebih berat lagi? Apa lagi kalau bukan penyusunan tugas akhir. Di sini jelas, masing-masing mahasiswa memiliki tanggung jawab atas tugas akhirnya masing-masing. Masing-masing mahasiswa bertanggung-jawan akan dirinya sendiri. Mulai dari penentuan topik yang ingin digarap, pencarian dosen pembimbing, hingga yang tergalau mungkin jika pada pertanyaan : "Mau lulus berapa tahun?" Belum lagi kalo pertanyaannya langsung to the point, " jadi, 3,5 ataukah 4 tahun?"
Men, sampai sekarang saya masih bingung loh. Jangankan mau menjawab pertanyaan terakhir yang pamungkas itu, wujud skripsi yang kira-kira separo matang saja masih bisa dibilang mengendap dan perlu digali lagi. Urusan menggabungkan passion dan meracik minat kita akan suatu hal menjadi karya yang menawan saja masih menjadi pikiran utama, apalagi pencarian segala bahan dan tanggung jawab perkuliahan dan organisasi yang belum selesai saja masih menjadi bagian dari pikiran.
Mungkin, mungkin saja dengan usaha keras hal tersebut bukan jadi suatu yang mustahil. Siapa pula sih yang ga bangga, bisa segera menyelesaikan studinya dengan cepat? Siapa sih yang ga senang akhirnya bisa mempersembahkan gelar Sarjana untuk orang tua dan keluarganya? Tapi itu semakin menjadi beban karena yang ingin dikejar tidak hanya 3,5 tahun penyelesaian masa studi. Tidak hanya 3,5 tahun yang meluluskan, tetapi juga kualitas tugas akhir yang gemilang. Saya ingin tugas akhir saya menjadi karya yang saya kerjakan dengan segenap kemampuan saya. Saya ingin tiket keluar saya dari Psikologi UI tercinta menjadi sesuatu yang istimewa dan bukan sekedar tulisan abal-abal.
Ketakutan saya yang lain, mungkin berujung pada pertanyaan : "Siapkah saya untuk lulus 3,5 tahun?" Terlepas dari kerja keras yang memang saya akui harus saya lakukan, tapi terutama siapkah saya setelah masa menjadi mahasiswa saya itu lewat? Siapkah saya menghadapi persaingan di dunia yang sebenarnya, tanpa terlindung oleh tembok kampus. Siapkah saya keluar dari zona nyaman saya selama ini? Sanggupkah saya bertanggung jawab nyaris sepenuhnya atas diri saya sendiri selepasnya?

Sampai sekarang, saya pun masih mencoba mencari tahu jawabannya dan juga berusaha membulatkan tekad.

Pada akhirnya, tiap-tiap manusia memang harus mengambil keputusan akan suatu hal. Banyak trigger yang menjadikan refleksi ini terbentuk, mulai dari post-post yang mau tidak mau menjadi separo mengintimidasi dan mendorong diri sendiri untuk segera memulai meracik tugas akhir. Banyak kawan yang sudah men-set tujuannya bahkan mungkin dari awal serta menanggung konsekuensinya dengan berani dan menjadikan diri pun termotivasi.
Kalaupun jalan saya memang harus seperti ini, satu yang saya pinta ya Rabb....lancarkan semua yang telah menjadi keputusan saya dan berikan saya kekuatan untuk menjalankan konsekuensinya.
Yah, setiap orang bertanggungjawab terhadap jalan hidupnya masing-masing. Then, i'll set mine :)


xoxo,
Di rumah, saat belum bisa lepas dari belenggu bayangan skripsi dan segala urusan akademik yang lain

Rabu, 20 Juli 2011

I'll take my chance on you

kamu mungkin bukan yang ter- di antara yang lain
kamu mungkin pula bukan yang paling mengerti aku
kamu mungkin bukan seratus persen melengkapi keping puzzle sosok idamanku dulu
kamu mungkin tidak pula sangat yakin dengan penilaianmu tentang aku, walau hingga teryakinkan untuk maju
kebaikan yang kamu lihat di pribadiku, kekurangan yang sudah bisa kamu baca dari keseharianku,
keyakinan yang tadinya kamu pegang dan percaya pada kualitas yang terlihat pada sosokku.


aku mungkin belumlah terlalu mengenal kamu
aku mungkin pula belum terlalu paham akan lika-liku pribadimu
yang kutahu pun mungkin hanya sepersekian persen dari 'kamu'
entah hobi, kesukaan, kebiasaan~hal-hal yang terlihat dangkal, di permukaan
kamu yang aku tahu selama ini, aku pun mungkin tak terlalu tahu seperti apa masa lalumu dulu
aku mungkin masih bertanya-tanya seperti apa kamu di saat itu
aku hanya bisa berspekulasi dan menaksir besarnya keyakinanmu akan aku
tak jauh berbeda aku pun coba untuk menaksir rasaku tentangmu
aku pun mungkin masih bertanya-tanya akan seperti apa rasanya denganmu
nyaman-kah? amankah? bahagia-kah? Atau justru : galau-kah? sedih-kah? khawatir-kah?

Segala hal yang berkecamuk di hati saat satu kalimat terucap dan meminta penegasan.
Kamu dan aku mungkinkah menjadi kita ataukah tetap jalan sendiri.
selama ini yang kutahu, aku tidak akan tahu jika aku tidak pernah mencoba.
Selama ini yang kudengar, pengalaman merupakan hal yang paling berharga.
Yang kutahu pasti, hanya waktu yang akan menjawab semua.
Waktu yang akan membuktikan juga membeberkan semua.
Saat itu yang kutahu, ada sedikit rasa yang menyeruak.
Rasa takut akan kehilangan. Rasa takut akan mengecewakan.
Rasa takut akan menjadi beban, rasa takut tidak sesuai harapan.
Tapi kemudian aku putuskan, untuk kali ini satu hal akhirnya kupastikan : i'll take my chance on you.
Aku rasa hingga kini dan (semoga) seterusnya,
I'll take my chance on you, my dear.
Hope this will last forever and nothing will change our mind about this.
Will we stay the same? will this condition keep like this?
Let the time be our judge, let the time answer it for us.


Happy 10th Months anniversary, my dear :)



xoxo with love



Jumat, 08 Juli 2011

Finally i have my goodreads account

Yuhuuuu....akhirnya oh akhirnya hari ini saya membuat juga account goodreads. Mengingat sebenarnya udah cukup lama kepengin punya access ke goodreads -kalo ga salah dulu pertama kali lihat goodreads punya dina- dan menurut saya ini oke banget buat dapet referensi mengenai buku. Apa aja, berbagai genre, ada resensinya juga bahkan. Buku-bukunya ga cuma buku jaman duku atau yang klasik punya tapi yang baru terbit pun ada di sini. Jadi, mulai sekarang kayaknya ga perlu takut ketinggalan info tentang buku terbaru yang oke maupun yang lagi happening. Plus rekomendasinya.
Saya sendiri lagi banyak banget menambahkan sejumlah buku ke read-self saya. Ada yang lagi on going atau on progress reading, udah dibaca, sampai daftar buku yang akan saya baca/ to read.
Daftar baca buku yang lagi saya baca cukup banyak, kebanyakan karena sering saya pending dan jadi kutu loncat ke buku yang lain -apalagi kalo bukan karena tergoda- Sedangkan untuk daftar to read saya juga lumayan banyak, karena buku-buku yang ada bagi saya sendiri mendatangkan semacam aura temptation. Jadi maruk dan lapar mata deh. *ditambah kemaren baru lihat buku barunya Ashma yang dari book fair : Rahimnya Fahd Djibran sama Buku tentang Emosi-nya Paul Ekman*
Saya sendiri juga sedang berada dalam misi untuk mem-boost lagi passion membaca saya sebagai salah satu cara untuk self-improvement juga. Sumpah, saya ngerasa pengetahuan saya minim banget soalnya. Yaah, semoga saja ini dapat segera terwujud dan bukan hanya jadi OT-annya saya aja. Semoga dengan saya finally punya account di goodreads ini benar-benar bisa saya manfaatkan dengan baik.
Mari kita amini bersama saudara-saudara! *Amiiiiiinnnnnnn kenceng, nyengir*

Rabu, 06 Juli 2011

Congratulation for the new title, kak QQ!

Belakangan ini, semakin banyak senior 2007 yang satu persatu mendapatkan gelar Bachelor degree mereka sebagai sarjana psikologi. Wow, man...kayaknya baru kemarin aja saya masuk UI, wara-wiri asrama-psikologi, masih jadi Maba ingusan. Sekarang, tahu-tahu angkatan persis di atas saya satu demi satu 'pamit' dari kampus. Beberapa yang cukup saya kenal *tapi banyak yang ga sempat saya hadiri sidangnya karena pas lagi magang atau pas ada acara lain* juga demikian adanya. Sebut saja Kak Nana, Kak Achunk, Kak Fitri, Kak Dimit, Kak Mira, Kak Malik, Kak Bochan, Kak Macil, and for sure kak QQ! (Maaf ga bisa disebutin satu-satu juga yang lainnya yaaa banyak banget soalnya).
Iya, kak QQ yang notabene bu boss sekaligus ibunya anak-anak P&K Rangers minggu kemarin tepatnya tanggal 30 Juni *if i'm not mistaken yaa* kak QQ menjalani sidangnya dan akhirnya menyandang gelar itu. Anak-anak P&K Rangers awalnya pengen banget bisa dateng pas sidangnya, ya at least nungguin di luar gitu loh dan nyambut kak QQ pas baru keluar ruangan gitu. Semacam ngasi dukungan moril, mental support gitu. Tapi apa daya, anggota P&K Rangers sedang menjalankan tugas masing-masing, yang angkatan 2008 sedang dalam masa magang, yang angkatan 2009 juga kebetulan lagi ada acara lain. Jadilah kita ga bisa hadir, dan sebagai gantinya hanya bisa ngasi dukungan via sms :(
Kami sebenarnya sudah berencana untuk membuat sesuatu untuk menyambut kak QQ dari ruangan sidang itu, tapi berhubung tidak ada yang bisa standby akhirnya kartu ucapan yang kami tujukan untuk kak QQ itupun kami post saja di Facebook. Dan jadilah semacam surat cinta dari kami *meminjam istilah kak QQ* untuknya.
Namanya apa ya, hmmm from P&K with love mungkin cocok :)

Time build us as a family, time make us stronger. As a time goes by, the journey we make continue for reaching its end. This time make our feeling for each other deep and so much deeper.After wasting energy, ups-downs, obstacles then finally today your journey on your bachelor degree comes to an end.
Then, let us say : Congratulations Rizkiana Shadewi, S.Psi!Congratulation for the title and new journey you'll face ahead. We love you much, kak QQ!!! :)

Ada juga ucapan dari masing-masing Rangers :

"Kak QQ, selamat untuk kesuksesannya selama 4 tahun ini ya...semangat terus untuk perjuangan dan kontribusi berikutnya :) Semoga ilmunya tetap terpatri dan bermanfaat."
-with love, Liza-

"Kak QQ!!! Kakak yang telah mengajarkanku banyak hal. Semoga dikau menjadi orang yang lebih sukses dari yang sekarang. Menjadi orang yang bisa lebih banyak menginspirasi banyak orang. Menjadi seseorang yang didampingi oleh seseorang yang tepat (jodoh). Semangat ya kak dalam menggapai asa-asa!
Semoga keluarga the rangers tetap bisa solid karena kau adalah ibu kami :D "
-Ira-

"Kak QQ, selamat! Udah jadi S.Psi, udah bener-bener menghadapi dunia, semoga selalu dipermudah segala rencananya. Semangat selalu kak...Cups :) "
-Ashma-

"Kak Q, selamat ya sudah jadi sarjana. Kalau sudah meninggalkan kampus, jangan lupa sama kita yaaa...Main-main ya kak ke kampus. Jangan lupa sama the rangers! Makasih udah jadi kakak, senior, bahkan pembimbing KAUP aku...Cups :) "
-Ibey-

Selamat QQ S.Psi :D semoga smakin pinter :)
-Putra-

"Selamat, menjadi sarjana kak QQ! Akhirnya setelah perjuangan yang panjang, lelah, serta melalui medan yang sulit gelar itu didapat juga. Sekali lagi, Congratulations Rizkiana Shadewi, S.Psi! >.<
Maaf nggak bisa dateng langsung menyemangati dan menemani saat sidang skripsi, maaf juga selama ini banyak menyusahkan kak QQ. Terima kasih atas semua yang udah kakak ajarkan ke aku. Gimana sabarnya kakak, luar biasanya kakak dengan sejuta kemampuan juga talent kakak. Mengenal kakak sungguh merupakan hal yang menyenangkan. Semoga kita masih tetap bisa menjaga tali silaturahmi meskipun kakak udah lulus, tetap bisa kumpul2 bareng the rangers kayak dulu lagi. Jangan lupakan kami ya, kak:) Semoga juga ilmu yang kakak punya bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Selamat mengejar mimpi-mimpi selanjut dan lainnya ya kakakku sayaaang :) "
-with love, Siska-

Dan, komen kak QQ di photo itu :
kutipan kata pengantar gw u kalian: "orang2 yg selalu memberikan semangat, senyum, inspirasi, dan perhatian.... P&K (Ira, Siska, Putra, Ibey, Ashma, Liza), org2 yg pastinya akan saya banggakan di kehidupan pasca kampus nanti.
Bunch of thanks guys, u semua ukiran2 indah yg kalian buat selama gw ada di fakultas psikologi ui :))


We love you full, kak Q!
One more time i wanna say, thanks for bring us together Ma'am >.<

Rabu, 22 Juni 2011

Tentang kita dan lingkungan

Saya sedang tertarik-tergelitik sama satu kegiatan bernama Lantan Bentala. Sebetulnya, proses awalnya nggak sengaja sampai saya bisa tahu tentang Lantan Bentala ini dan akhirnya kenal dengan Mbak Evelyn Suleeman *walau masih sebatas lewat sms*. Ini semua bermula dari sms dari mbak Evelyn yang masuk ke inbox saya yang sebenarnya ditujukan untuk Gita. Jadi ceritanya, Gita pernah memakai nomor saya untuk menghubungi mbak Evelyn sehingga nomor saya disangka sebagai nomor Gita. Mbak Evelyn sendiri merupakan Dosen Sosiologi di FISIP UI *ini yang saya tahu, kalau tidak salah dari Gita*

Bunyi sms-nya begini :
"Teman, mau ikut motret bareng lantan dengan topik lingkungan ui, jumat pagi? Jam 8an kumpul di FISIP. Jangan lupa bawa kamera dan botol minum...."

Saya yang bingung kemudian menanyakan identitas si pengirim yang kemudian berujung dengan perkenalan saya dengan mbak Evelyn, juga Lantan Bentala. Singkat cerita, saya juga dipersilakan untuk joint dengan acara mereka jika memang berminat. Akan tetapi, karena saya sedang dalam masa magang, jadilah saya tidak dapat bergabung dengan acara itu *selain itu, juga tidak ada kamera di sini. Paling pinjam dulu kalo begitu*
Mbak Evelyn kemudian menawarkan untuk mengirimkan contoh newsletter yang dibuat oleh Lantan Bentala ke email saya jika saya berminat. Yang kemudian saya terima tawaran itu dengan sennag hati dan saya pun memberikan alamat email saya. *Agak malu sebenernya saya, itu alamat email saya labil banget* . Mbak Evelyn mengirimkan 4 edisi newsletter yang ia pilih, yang mungkin bisa memberi gambaran tentang Lantan Bentala dan kegiatannya. Hingga pada akhirnya, saya sudah membaca ke-4 newsletter terpilih yang dikirim oleh Mbak Evelyn yang sedikit-banyak memberikan gambaran mengenai Lantan Bentala itu sendiri :)

Salah satu info yang saya peroleh dari newletter yang dikirimkan itu adalah infomasi mengenai Lantan Bentala itu sendiri. Lantan Bentala akhirnya dipilih karena sesuai dengan tujuan gerakan ini yang ingin menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Kata Lantan berasal dari bahasa Minang Kuno yang berarti memelihara, sedangkan Bentala berasal dari bahasa Melayu kuno yang berarti bumi. "Jadi, newsletter Lantan Bentala diterbitkan untuk mengajak dan mengingatkan pembaca agar terus memelihara bumi" (Sumber : newsletter Lantan Bentala No 79/Th IV, 15-29 Maret 2010). Newsletter ini bahkan disebarkan melalui email alih-alih cetak untuk mengurangi penggunanan kertas lho :).
Saya jadi pengen ikutan deh dan pengen menerima newsletter itu secara rutin. Bukan karena saya udah tahu banyak tapi justru karena saya belum tahu banyak makanya pengen lebih tahu dan ikut berperan. Oke, saya sendiri bukanlah orang yang benar-benar tidak pakai tas kresek atau menolak penggunaan sterofoam karena toh saya juga masih beberapa kali memakai sterofoam kalau pas bungkus makanan di warung makan. Tapi saya mau belajar buat sayang sama bumi juga lingkungan dengan tindakan real. Istilahnya, apa yang bisa saya lakukan walau dengan kapasitas saya yang kecil *udah badan kecil, ga ada istimewanya, pas-pasan lah, hehe*. Lantan Bentala ini *berdasar yang saya baca* menjanjikan sesuatu yang nggak muluk-muluk, peran kita yang penting. Ya sesuai kapasitas kita itu, mereka kasih contoh paling ga kita bisa tegur anggota keluarga kita yang buang sampah sembarangan kalau kita masih sungkan buat negur orang lain misalnya yang ga kita kenal. Saya pengen bisa start dari sekarang, sesuai sama apa yang bisa saya lakukan. Belum terlambat kan? Masih bisa dan tidak apa-apa kan? Semoga :)

Magang oh Magang

Ini ceritanya tengah malem gini saya lagi pengen menuangkan sesuatu setelah curhat sama agan Hafidh via fesbuk seputar kegiatan magang atau yang mungkin oleh beberapa lembaga, fakultas, atau apalah bernama KP (Kerja Praktek) atau mungkin nama lain. Yah, apapun namanya toh esensinya adalah mempraktekkan apa yang sudah kita dapat selama di bangku perkuliahan *yaolo, apa yang udah saya dapat* dalam situasi real di lapangan.
Dan keluh kesah sebagai sesama pelaku magang (saya) dan juga KP (Hafidh) pun bergulir. Kesimpulannya, yah ternyata memang tidak mudah. Insight yang kami peroleh: pelajaran di dalam kelas/bangku kuliah itu penting. Yah apa lagi kalo bukan buat modal kita menghadapi situasi real dalam pekerjaan itu sendiri.
Dan itu ga mudah lo sodara-sodara. Jangankan buat menjalani proses magangnya, kalau di fakultas saya sendiri perjuangan udah dimulai sejak penentuan pemilihan tempat magang yang kita inginkan. Oke, kita mulai saja dari awal prosesnya yaaa....
Jadi gini, pertama-tama kegalauan ini dimulai karena adanya mata kuliah magang yang mana memang wajib kami lakoni di akhir semester 6 ini. Kami sendiri bisa memilih untuk dicarikan tempat magang oleh fakultas (dengan syarat tentunya harus mau sabar *yang mungkin luar biasa* karena banyak mahasiswa lain yang antri juga buat dicariin) atau mencari tempat magang secara mandiri *ini bisa lebih mudah kalo kita punya
link ke suatu tempat*. Berhubung saya ga punya link kemana-mana juga ga punya temen yang mungkin bisa ditebengin sekalian, jadilah saya memutuskan untuk pasrah dengan menunggu magang dari fakultas. Tekad awal sudah bulat kalau saya mau di perusahaan, cita-sita saya sesuai peminatan yang saya ambil. Tapi apa daya, tekad dan harapan akan ditempatkan di perusahaan yang maunya sih lumayan dekat juga terjangkau kian menipis seiring bergulirnya hari demi hari. Saya yang sempat akan ditempatkan di BCA Thamrin mendadak batal karena ternyata BCA hanya jadi merekrut satu orang magang-ers. Dan saya memutuskan untuk mundur mengingat jauhnya si tempat magang bersangkutan dari Depok. *saya ga berani sendirian, bo!*
Jadilah saya mengisi formulir untuk magang di Ericsson juga PAU UI. Ericsson masuk perhitungan karena areanya lumayan,
which is di Pondok Indah. Masih bisa dijangkau lah, batin saya waktu itu. Dan satunya lagi, PAU saya pilih sebagai alternatif kedua karena Ericsson ini masih menyeleksi lagi dan sampai saat itu belum tahu kuota mereka berapa untuk magang-ers. Saya udah berharap banget loh paling ga bisa dapet ini, tapi apa daya berita yang dinanti tak kunjung-kunjung datang. Hingga pada akhirnya pada suatu siang di hari Senin datanglah tawaran untuk magang di PAU dan bisa langsung dimulai minggu itu pula bahkan. Sempat galau sejenak, tertahan keinginan semula hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran itu, dengan berbagai pertimbangan tentunya. Yang paling utama sih, saya ga pengen digantung terlalu lama dengan ketidakjelasan, belum lagi masih banyak yang mengantri untuk ditempatkan. Dan yang terburuk, jika saya menolak ini pahit-pahitnya bisa saja saya malah dapet tempat yang jauh. Syukur-syukur dapet, kalo ga dapet? Nah loooh :(
Jadilah esok harinya saya berangkat berbekal surat keterangan magang dari Fakultas untuk kemudian menuju Rektorat UI.
Man, saya deg-degan loh waktu itu. Takut banget kalo disuruh ngapa-ngapain yang saya ga bisa, takut juga kalau waktu magangnya ternyata membutuhkan waktu lebih lama, sampai September misalnya. Saya kan pengen pulang kampung ceritanya :(
Bismillah pun tak henti-hentinya terucap, bahkan hingga saatnya bertemu dengan ibu yang jadi supervisor kami. Dan perbincangan pun bergulir, singkat cerita kami dapat waktu magang 20 hari dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Kami bahkan dapet absen sidik jari juga lho *saya speechless pas pertama kali nyobain lho*, maaf
ndeso ini :D
Dan dimulailah hari-hari magang di PAU UI. Mulai dari naik lift ke lantai 8-nya yang memabukkan pada awalnya ternyata. Saya sempat keliyengan sejenak, sodara-sodara ....karena liftnya ga
smooth pergerakannya, ga seperti lift di H psikologi,haha*. Belum lagi yang harus berhadapan dengan laptop hampir nonstop tiap hari karena terkait data, posisi duduk yang begitu-begitu aja, lingkungan baru yang harus diadaptasi, saya juga sharing kubikel sama Mimi *tapi yang ini cukup menyenangkan*
Cuma, emang beda aja gitu rasanya kalo pas kita kuliah kan paling berapa lama sih kita di kelas, habis itu kita bisa jalan-jalan dulu bentar cari suasana baru sekalipun ruang kelas baru palingan. Yah, yang penting kita
move dan ga stay. Nah, kalo kerja kantoran macem gini ya pemandangan yang tiap hari dihadapin ya itu lagi itu lagi. Tugas-tugasnya juga banyak, lumayanlah buat bikin melek mata dan juga otak.
Paling ga, saya bersyukur karena di antara sekian banyak teman saya yang masih mengalami galau magang karena belum juga dapat tempat buat menampung...saya udah bisa memulai masa magang saya. Bahkan, tanpa terasa sekarang hampir memasuki hari ke-12. Sejauh ini sih, cukup menyenangkan walau terkadang rasa gabut itu pun menggelanyut dalam diri. *apadeh ini*
Mungkin sebenernya biar kita istirahat kali yaaa *haha, pembelaan.
Let me show you the picture :
Mimi, Me, Delvi, Peppi

Sekian dulu sharing saya tentang magang,


xoxo
with love
,

Jumat, 17 Juni 2011

song to the sing #1

Turnaround, every now and then I get a
little bit lonely and you're never coming around
Turnaround, Every now and then I get a
little bit tired of listening to the sound of my tears
Turnaround, Every now and then I get a
little bit nervous that the best of all the years have gone by
Turnaround, Every now and then I get a
little bit terrified and then I see the look in your eyes
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart

Turnaround, Every now and then I get a
little bit restless and I dream of something wild
Turnaround, Every now and then I get a
little bit helpless and I'm lying like a child in your arms
Turnaround, Every now and then I get a
little bit angry and I know I've got to get out and cry
Turnaround, Every now and then I get a
little bit terrified but then I see the look in your eyes
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart

And I need you now tonight
And I need you more than ever
And if you'll only hold me tight
We'll be holding on forever
And we'll only be making it right
Cause we'll never be wrong together
We can take it to the end of the line
Your love is like a shadow on me all of the time
I don't know what to do and I'm always in the dark
We're living in a powder keg and giving off sparks
I really need you tonight
Forever's gonna start tonight
Forever's gonna start tonight

Once upon a time I was falling in love
But now I'm only falling apart
There's nothing I can do
A total eclipse of the heart
Once upon a time there was light in my life
But now there's only love in the dark
Nothing I can say
A total eclipse of the heart

Turnaround bright eyes
Turnaround bright eyes
Turnaround, every now and then I know
you'll never be the boy you always you wanted to be
Turnaround, every now and then I know
you'll always be the only boy who wanted me the way that I am
Turnaround, every now and then I know
there's no one in the universe as magical and wonderous as you
Turnaround, every now and then I know
there's nothing any better and there's nothing I just wouldn't do
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart
Turnaround bright eyes, Every now and
then I fall apart

And I need you now tonight
And I need you more than ever
And if you'll only hold me tight
We'll be holding on forever
And we'll only be making it right
Cause we'll never be wrong together
We can take it to the end of the line
Your love is like a shadow on me all of the time
I don't know what to do and I'm always in the dark
We're living in a powder keg and giving off sparks
I really need you tonight
Forever's gonna start tonight
Forever's gonna start tonight

Once upon a time I was falling in love
But now I'm only falling apart
There's nothing I can do
A total eclipse of the heart
Once upon a time there was light in my life
But now there's only love in the dark
Nothing I can say
A total eclipse of the heart

-TOTAL ECLIPSE OF THE HEART-

Ini nih lagu yang sukses bikin galau cewek-cewek P dan K Rainbow pas lagi karokean buat team building *eaaaaaa.....
Ceritanya, hari Sabtu itu kita emang menjadwalkan buat timbul pertama kita. First destination mengingat kelaparan sudah tidak terbendung lagi dan diamini dengan bersemangat oleh kumbang satu-satunya di P&K rainbow aheeey maka diputuskanlah makan. Tempat yang dipilih Pizza Hut. Saat itu kita masih nunggu Ramii dan Rere yang bakalan gabung nyusul karena masih ada urusan. Masalah makan memakan pizza berjalan layaknya acara makan pada umumnya yang berakhir dengan perut kenyang dan hati senang. Oh ya, dan tentu saja : sesi foto-foto pun terlaksana juga :)

Pas makan di PH : sebelum Ramii dateng

Ini pas makan di PH, udah ada Ramii :)

Next destination, untuk menyalurkan bakat-bakat terpendam juga katarsis segala kepenatan maka kami pun berkaraoke ria. Sayang banget si kumbang Tenri ga bisa ikutan karena mau ada acara keluarga ke puncak *uwoooo kita mupeng pengen ikutan sebenernya. hehe* But, don't worry lah, kita dengan kekuatan super cewek yang tersisa pun akhirnya berkekuatan penuh setelah Ramii dan Rere bergabung dan galau karaoke pun tercipta. Itu tuh lagu tersukses yang bikin semuanya galau. Total eclipse of the heart.
Itu lagu emang udah lama banget dirilis, mungkin juga udah beberapa kali di-
remake sama beberapa penyanyi. Versi aslinya sih, yang saya tahu dinyanyiin sama Bonnie Tyler sementara yang sejauh ini berhasil saya deteksi sih dua penyanyi remake atau mungkin juga nyanyiin ulang lagu ini (saya ga tau versi aslinya kayak apa soalnya), yaitu Westlife dan Glee cast. Nah, kami nyanyiin yang Glee cast version dimana mereka bikin lagu itu jadi versi duet antara Lea Michelle (as Rachel) sama Jonathan Groff (as Jesse).
Bagi saya sendiri, lagu itu emang sempat terlewat dari atensi saya saat dinyanyikan oleh kedua pemeran Glee di episode film itu. Waktu itu, entah mungkin karena
feel-nya ga terlalu dapet. atau karena saya sendiri tidak terlalu memperhatikan lyric-nya saat itu. Baru pas karaoke itu deh : BOOOM!! Saya tercengang dan terhanyut sama lyric lagu itu ditambah suasana galau yang ditampilkan dua cewek P&K yang nyanyiin lagu itu.

Pas karaoke, sayang Rere-nya yang fotoin jadi ga keliatan

Duuuuh....jadi kangen deh pengen karaokean dan jalan bareng mereka lagi >.<


Pages

Paling sering dibaca